Sumpah Pemuda “Bangun Pemuda, Satukan Indonesia”

Kuala Pembuang – Bertempat dihalaman kantor Bupati Seruyan Upacara Benderra Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-90 Tahun 2018 digelar dengan khidmat. Bupati Seruyan Yulhaidir bertindak selaku Inspektur Upacara, Senin (29/10).

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Kami poetra dan poetri           Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia

Tiga kalimat minumental, berejaan Van Ophuysen tersebut, merupakan keputusan Kongres Pemuda Indonesia Kedua yang diselenggarakan di Batavia (Jakarta), tanggal 27-28 Oktober 1928.

Ikrar dimaksud, hasil kongres yang dipimpin Soegono Djojopoespito, beliau berusia 23 tahun, tiga kalimat diatas meneguhkan spirit untuk meraih kemerdekaan suatu bangsa. Walaupun kita tahu, dalam goresan sejarah, kebebasan dari kolonialisme itu baru diraih 17 tahun kemudian. Semangat membara barisan muda, telah meletakkan fondasi komunitas beribu pulau dalam balutan “Indonesia”. Konsep Nation State yang dibayangkan, dikemas dengan ketegasan untuk menjunjung hanya satu lingua franca, bahasa Indonesia. Adapun kata “Indonesia” sendiri, telah berpuluh tahun melekat dengan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Visi pemuda 90 tahun yang lalu, masih terasa ketangguhan makna yang sarat dengan kebersamaan dalam mengususng semangat anti kolonialisme. Sejatinya, ikrar Sumpah Pemuda merupakan kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 90 tahun 2018 bertema “Bangun Pemuda, Satukan Indonesia”. Ada tiga karakter dan kapasitas yang perlu dikapitalisasi setiap generasi muda untuk memerang “pertarungan” masa depan sekaligus dalam mewujudkan mimpi Indonesia.

Pertama, diperlukan generasi muda yang memiliki kualitas interitas yang tinggi.

Kedua, kapasitas keahlian dan intelektual yang cukup mumpuni.

Ketiga, karakter kepemimpinan yang peduli dan profesional.

Gagasan ini mengimplementasikan komitmen yang berpedoman pada nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan melalui sebuah manifestasi sikap pemuda Indonesia untuk mengisi serta menjawab berbagai peluang dan tantangan bangsa Indonesia saat ini dan yang akan datang. Pada perspektif yang sama, Undang-Undang juga menggaris bawahi peran pemerintah/masyarakat dalam pelayanan kepemudaan untuk menciptakan Pemuda yang maju, berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing.

Presiden Jokowi dalam ragka pencanangan gerakan reformasi mental mengatakan bahwa akan menjadi suatu yang sia-sia apabila melakukan pembangunan fisik tanpa membangun pola pikir masyarakat. Pesan tersebut secara jelas telah mengisyaratkan bahwa pembangunan nasional yang selama ini lebih berorientasi pada pembangunan fisik belaka dari pada berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia hasilnya menjadi kurang optimal. Oleh karena itum setiap pemuda khususnya pemuda di Kabupaten Seruyan perlu mempunyai visi kedepan dan cita-cita untuk memproyeksikan 10,20, bahkan 30 tahun kedepan untuk Kabupaten Seruyan, serta memiliki peran strategis di tengah-tengah masyarakat dalam menyongsong masa depan Kabupaten Seruyan. Pada posisi itulah potensi terbesar bagi setiap pemuda untuk mewujudkan harapan dan menggapai cita-cita Sumpah Pemuda serta proklamasi kemerdekaan Indonesia.

(my/foto:zey)