Seminar dalam Rangka Peringatan Hari Kartini

Seminar dilaksanakan pada Senin (30/04) di Gedung Serba Guna Kuala Pembuang. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ilmu dan pengetahuan bagi perempuan yang ada di Kabupaten Seruyan terkait hubungan kelekatan ibu dan anak sejak dini, kunci jiwa sehat, cerdas dan kreatif. Adapun narasumber dari kegiatan ini ialah ibu Fahriati Rahmi dari Indonesia Heritage Foundation (IHF). Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap tanggal 21 April kita memperingati Hari Kartini. Namun hendaknya Peringatan Hari Kartini bukan hanya acara seremonial namun kita harus bisa memaknai dari peringatan tersebut. Perempuan Indonesia khususnya yang ada di Kabupaten Seruyan harus terus berupaya meningkatkan perannya demi kemajuan bangsa dan negara tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang perempuan. Dibalik suksesnya sebuah keluarga ada seorang perempuan yang kuat dan tabah, seorang istri, seorang ibu dan seorang anggota masyarakat yang baik dan berkepribadian.

Kegiatan yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Seruyan ini dibuka oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Seruyan, Agus Suharto dan dihadiri oleh unsur FKPD. Peserta seminar dihadiri oleh 200 orang peserta yang berasal dari perwakilan Dharma Wanita Persatuan seluruh SKPD se-Kabupaten Seruyan dan seluruh organisasi perenmpuan se-Kabupaten Seruyan.

Pjs. Bupati Seruyan dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten III Agus Suharto mengatakan bahwa orang tua pada hakikatnya menginginkan anaknya tumbuh dan berkembang secara optimal. Tumbuh kembang anak tidak hanya dipengaruhi oleh nutrisi saja, tetapi juga oleh stimulans dari lingkungan dan hubungan antara anak dan ibu. Orang tua harus memiliki kelekatan yang sangat baik dengan anak, karena orang tua merupakan pengasuh terbaik dan anak akan belajar dari orang mempunyai hubungan terdekat dengannya. Kelekatan merupakan kecenderungan seseorang untuk mencari hubungan yang dekat dengan orang lain dan menginginkan kepuasan dalam hubungan tersebut. Kelekatan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun kepribadian, jiwa yang sehat, yang akan menjadi modal utama bagi anak dimasa depan.

Anak yang memiliki kelekatan erat dengan orang tua akan berkembang menjadi remaja yang memiliki kepribadian menarik, rasa percaya diri yang tinggi, kecerdasan emosi dan keterampilan sosial yang tinggi serta mampu menyelesaikan dengan efektif. Pada saat sekarang banyak para ibu yang memiliki kesibukan di luar rumah dengan menjadi wanita karir, baik demi eksistensi diri maupun untuk menopang keuangan keluarga. Sehingga mereka tidak bisa selalu berada di dekat anaknya. Menjadi wanita karir memang menjadi dambaan setiap perempuan. Hal ini karena kesadaran perempuan untuk berpendidikan tinggi mengalami peningkatan. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula target pekerjaan atau jabatan yang ingin diperoleh. Tidak heran apabila sekarang banyak sosok perempuan yang memiliki jabatan penting, orang akan melihat betapa hebatnya perempuan tersebut, sosok perempuan mandiri, berkedudukan tinggi dan sangat dihormati. Namun tidak banyak yang menyadari bahwa dibalik kehebatan seorang perempuan di ranah publik, ia tetaplah seorang ibu yang memiliki kewajiban untuk menjadi pendidik utama bagi putra-putrinya.

Perempuan tidak hanya menjadi orang dibalik layar, namun dapat menjadi pemeran utama yang berada digaris terdepan dalam proses pembangunan. Mulai dari ruang lingkup terkecil yaitu membangun keluarga, lingkungan, bangsa dan negara. Oleh karena itu para perempuan hendaknya dalam momentum Hari Kartini dapat dimanfaatkan sebagai titik awal perubahan dalam membuka  wawasan sebagai perempuan yang mau mengembangkan kemampuan diri dan kreativitas diri sehingga tetap menjadi pemeran utama dalam menyukseskan pembangunan. Semangat juang perempuan untuk menjunjung tinggi hak-haknya, semnagat yang tidak pernah padam, perjuangan yang gigih yang tidak pernah putus asakarena perempuan mampu sukses dalam hidup, karena perempuan bukan makhluk lemah dengan tanpa melupakan kodratnya sebagai wanita. (nrl / foto: zey)