MTQ

Pulang Pisau – Bertempat di Stadion H. M. Sanusi yang merupakan arena utama pelaksanaan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXIX tingkat Provinsi Kalimantan Tengah dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran yang didampingi  Ibu Ivo Sugianto Sabran. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Pjs Bupati Pulang Pisau Ir. Muhammad Hattam M.M serta seluruh Bupati dan Walikota se-Kalimantan Tengah. Sabtu (14/4). Dalam sambutannya Gubernur menyampaikan bahwasanya peyelenggaraan MTQ ke XXIX kali merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Tengah pada umumnya dan secara khusus masyarakat Pulang Pisau. Beliau juga menghimbau masyarakat khususnya para remaja untuk menjauhi obat-obatan terlarang, narkoba dan minuman keras. Dalam kesempatan ini pula Gubernur memberikan bantuan dana untuk kemajuan Kabupaten Pulang Pisau dan sebagai bentuk dukungan dan apresiasi Gubernur berupa uang sebesar 2 juta rupiah kepada seluruh khalifah se-Kalteng yang ikut serta dalam MTQ ke XXIX kali ini. Pelaksanaan MTQ XXIX tingkt Provinsi Kalteng Tahun 2018 M/ 1438 dilaksanakan selama 8 hari dari tanggal 13 s.d 20 April di Kabupaten Seruyan. Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan MTQ yaitu, pertama tepat pada pukul 19.30 WIB acara dawali dengan malam ramah tamah kepada seluruh khafilah kabupaten/ kota se- Kalteng, Jumat (13/4). Sabtu (14/4) pukul 08.30-11.00 WIB Pelantikan Dewan Hakim, Juri dan Panitera di GPU Handep dan dilanjutkan dengan Pawai Ta’aruf pada pukul 13.00-17.00 WIB di halaman ex. kantor Bupati Pulang Pisau. Pembukaan pameran dan pasar rakyat pada pukul 15-00-16.00 WIB di arena utama MTQ XXIX Stadion H.M. Sanusi. Dan nantinya ditempat yang sama di arena utama pelaksanaan MTQ XXIX untuk acara penutupan dilaksanakan pada hari jum’at (20/4).

Kabupaten Seruyan menjadi salah satu kabupaten yang ikut mendukung dan mensukseskan pelaksanaan acara MTQ ke XXIX Tahun 2018 di Pulang Pisau. Hal ini tampak pada hadirinya Pjs. Bupati Seruyan Ir. Leonard S. Ampung, MM, MT yang didampingi istri Natalie Florenti dan didampingi pula oleh Sekretaris Daerah Drs. Haryono, MM juga didampingi istri pada acara pelepasan Pawai Ta’aruf didepan halaman Masjid Ar-Raudah Pulang Pisau. Berlangsung semarak dan meriah pada kesempatan ini khafilah Kabupaten Seruyan menampilkan kesenian hadrah dan menyerahkan tanda mata khas Kabupaten Seruyan kepada Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran dan istri Ivo Sugianto Sabran. Antusias Gubernur dan istri juga tampak pada saat kunjungan ke stand pameran Kabupaten Seruyan. Disambut oleh Pjs. Bupati Seruyan dan didampingi istri, kerajinan tangan berupa lukisan tangan mendapat perhatian khusus dari Gubernur hingga langsung dibeli pada saat itu juga.

Pelaksanaan MTQ resmi ditutup secara langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah yang dalam hal ini diwakili oleh Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri. Jumat (20/4). Dalam sambutan Gubernur, Fahrizal menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas beberapa prestasi yang berhasil diperoleh para peserta MTQ ke XXIX. …“saya ucapkan selamat dan sukses buat peserta yang meraih gelar juara untuk tahun ini, namun bagi yang belum meraih juara maka jangan berkeci hati. Hendaknya kedapan tetap bersemangat dan berlatih lebih giat lagi agar dapat meraih gelar juara dan prestasi sesuai yang diharapkan. Pokoknya penting yang utama dalam pelaksanaan MTQ bukannya menjadi juara, namun bagaimana agar kita dapat mencintai Alquran sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari” ucapnya.

Provinsi Kalimantan  Tengah keluar menjadi juara umum MTQ Ke XXIX di Pulang Pisau Tahun 2018. Dan acara penutupan MTQ diakhiri dengan penampilan Hadad Alwi. Melalui MTQ ke XXIX semoga sukses dan semakin memperkokoh  tali silaturahmi, memperkuat keimanan dan menjaga kerukunan antar umat beragama di Kalimantan Tengah. Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Indonesia dapat dikatakan sebagai kegiatan rutin dalam keagamaan dan yang cukup besar dan yang dibiayai oleh pemerintah saat ini. Musabaqah ini tidak lepas dari dimensi sosialnya sebagai sebuah kegiatan. Dari meriahnya acara yang diselenggarakan, ingin dimunculkan suatu sitra bahwa islam memliki suatu keistimewaan yang harus dibanggakan dan dilestarikan dengan kitab sucinya. Dalam musaaqah ini memang terjadi ajang adu keahlian yang dimiliki tapi ada juga hal lain yaitu utuk emnsyi’rkan dakwah. Yang berguna menstimulasi objek sasaran yang masih awam dan menimbulkan rasa keinginan yang kuat untuk memiliki hal yang sama di musabaqah tersebut.

MTQ adalah lomba membaca Al Quran dengan lagu. KH. Muhammad Dahlan (Menteri Agama RI, 1967 sampai 1971), bersama Prof. KH. Ibrahim Hossen adalah pemrakarsa pertama penyelenggaraan MTQ Tingkat Nasional yang untuk pertama kalinya diadakan di UjungPandang. Disamping itu, mereka berdua KH. Zaini Miftah, KH. Ali Masyhar dan Prof. Dr. H.A. Mukti Ali pada 23 Januari 1970 membentuk Yayasan Ihya Ulumuddin yang setahun kemudia merintis berdirinya Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ), sebuah perguruan tinggi yang secara khusus mengajarkan seni baca dan menghafal Al Quran serta mengkaji ilmu-ilmu yang ada didalamnya. Setidaknya ada dua macam misi yang hendak diwujudkan oleh umat Islam berkaitan dengan fenomena musabaqah ini. Pertama, Syi’ar Islam. Walaupun niat luhur dibalik kegiatan yang semarak ini semata-mata adalah demi Allah semata, musabaqah ini tidak lepas dari dimensi sosialnya sebagai sebuah eksibisi.

Kedua, tujuan internal. Dengan menyelenggarakan perlombaan rutin yang mempertandingkan jago-jago antar wilayah dari mulai tingkat kecamatan sampai tingkat internasional, diharapkan agar masing-masing pemegang kebijakan disemua wilayah mendorong dan mendukung aktivitas-aktivitas pembelajaran Al Quran. Tahun 1968 MTQ dilembagakan secara Nasional oleh KH. Muhammad Dahlan dan untuk kali pertama diselenggarakan di Makasar (Sulawesi Selatan). Kala itu hanya melombakan tilawah dewasa saja, yang melahirkan Qari Ahmad Syahid dari Jawa Barat dan Muhammad Dong dari Sulawesi Selatan. Makna MTQ sendiri buhan sekedar kalah dan menang dalam vestival atau pameran-pameran  namun hakikat MTQ adalah juga dapat sebagai kengkitan cinta masyarakat kepada AL Quran, memperat tali silaturahmi antara umat beragama juga diperkokohkan budaya. Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan membaca, menelaah, memahami dan mengamalkan kandungan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari bagi mat islam sebagai kewajiban yang hakiki, yakni saling kenal dan saling mempelajari kelebihan masing-masing cukup penting dilakukan demi membangun kebersamaan sebagai salah satu modal pembangunan di daerah Kalimantan Tengah pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Maknailah agar tidak terbelenggu persoalan menang kalah dalam ajang tertentu, karena harus disepakati bahwa yang terbaiklah yang akan keluar sebagai juara dan berhak membawa nama Provinsi Kalimantan Tengah ke kancah yang lebih tinggi. (my/foto:mmc/hfj)