MTQ 2017 Wujud dari Revolusi Mental

MTQ MTQ Ke -13 Tingkat Kabupaten Seruyan Tahun 2017PEMBUANG HULU – Sebanyak 774 peserta perwakilan dari 10 Kecamatan di Kabupaten Seruyan bertanding dalam Musabaqah Tilawatil Qurán (MTQ) ke-13 Tingkat Kabupaten Seruyan Tahun 2017 di Kecamatan Hanau, Sabtu (15/4) yang lalu.

Pelaksanaan MTQ berlangsung selama tujuh hari dimulai sejak tanggal 15 s.d 21 April 2017, dengan memperlombakan beberapa cabang yakni tilawah, hifzh, fahm, syarhil, khat, FSQ rebana klasik, hadrah, bintang vokalis qasidah serta cabang musabaqah makalah Al-Qurán.

Dengan mengangkat tema “Musabaqah Tilawatil Qurán (MTQ) Ke-13 Tahun 2017, Mewujudkan Revolusi Mental dalam Pemanfaatan Nilai-Nilai Islam Rahmatan Lilálamin” pembuakaan MTQ Tingkat Kabupaten Seruyan dibuka langsung oleh Bupati Seruyan H. Sudarsono, SH bertempat di lapangan MTQ Pembuang Hulu I.

“Saya atas nama pribadi dan Kepala Wilayah Kecamatan Hanau beserta segenap lapisan masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Seruyan yang telah mempercayakan Kecamatan Hanau sebagai tuan rumah Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qurán (MTQ) ke–13 Tingkat Kabupaten Seruyan Tahun 2017” ucap Ketua Panitia Pelaksana MTQ Syahrian.

Beliau juga mengatakan kepercayaan ini merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, dan mengucapkan selamat datang dan selamat bertanding kepada para khafilah dari sepuluh kecamatan. Sejumlah kegiatan disiapkan untuk memeriakan pembukaan MTQ kali ini dari Pelepasan Pawai Taáruf oleh  Bupati Seruyan H. Sudarsono, SH peresmian dan peninjauan arena utama dan pasar rakyat.

Semua paket pergelaran malam puncak pembukaan ini menjadi wadah introspeksi diri untuk semua agar menjadi manusia yang lebih baik. Sudarsono mengatakan, MTQ yang menjadi agenda tahunan pemerintah daerah hendaknya dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qurán, keimanan dan ketakwaan, dan menjadi ajang silaturahmi antara sesama warga.

“Agama Islam mengajarkan kepada manusia untuk menjaga silaturahmi antar sesama umat muslim dan umat beragama lainnya, sehingga kita tidak mudah dipecah belah” ucap Sudarsono pada malam puncak pembukaan MTQ.

Melalui tema MTQ Tingkat Kabupaten Seruyan ke-13 Tahun 2017 yakni “MTQ dan Revolusi Mental” tampak relevan dengan semangat mengembalikan MTQ pada jalur yang genuine. Yakni, MTQ sebagai wahana pembinaan umat dan syiar keagamaan, bukan semata merengkuh prestasi, prestise dan hasrat pragmatis. Oleh karena itu, MTQ diyakini akan dapat menghidupkan kembali mentalitas keberagaman yang sejati. (my/foto:prokom)