Lomba Masak Kudapan

Kuala Pembuang РLomba Kudapan Berbahan Pangan Lokal dilaksanakan pada Selasa (30/10) di Gedung Serba Guna Kuala Pembuang. Dibuka langsung oleh Bupati Seruyan Yulhaidir. Menghadirkan juri Agus Sasirangan yang merupakan Juara Kedua Master Chef  Indonesia. Melalui kegiatan lomba ini diharapkan masyarakat khususnya peserta dapat berkreasi menciptakan atau mengembangkan resep yang beragam, bergizi, sehat dan aman serta dapat diterapkan sebagai menu keluarga sehari-hari. Bupati Seruyan dalam sambutannya menyebutkan bahwa potensi besar pangan lokal sumber karbohidrat non beras yang ada di sekeliling kita tersedia hampir di seluruh wilayah Kabupaten Seruyan. Saat ini sumber pangan pokok kita masih bergantung pada beras dan terigu, sampai saat ini negara kita masih mengimpor produk tersebut dari negara lain. Untuk mengurangi konsumsi beras dan terigu maka perlu dilakukan upaya pengembangan sumber daya pangan lokal kita seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, pisang, talas, sukun dan lain-lain yang keberadaannya yang mudah diakses di sekitar kita dengan jumlah yang cukup.

Selanjutnya yang menjadi tantangan kita saat ini adalah bagaimana kita melakukan diversifikasi makanan olahan yang berasal dari bahan pangan non beras dan non tepung terigu tetai tetap mempertahankan nilai gizi yang seimbang, karena untuk menuju hidup sehat, cerdas dan produktif setiap individu haruslah mengkonsumsi aneka ragam pangan secara seimbang. Mengacu pada ketentuan pasal 41 ayat A Undang-Undang Nomor 18 ahun 2012 tentang Pangan, bahwa penganekaragaman pangan merupakan upaya meningkatkan ketersediaan pangan yang berbasis potensi sumber daya lokal untuk memenuhi pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman. Konsumsi pangan yang berkualitas, yang ditunjukkan dengan keragaman jenis pangan dan keseimbangan gizi dalam konsumsi pangan sehari-hari dibutuhkan tubuh agar dapat hidup. Sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan, oleh karena itu, pemerintah sevara gencar melakukan diversivikasi konsumsi pangan. Upaya ini dilakukan tidak untuk mengganti konsumsi beras secara total, melainkan merubah pola konsumsi pangan masyarakat sehingga masyarakat mengkonsumsi lebih banyak jenis atau ragam pangannya baik untuk jenis pangan sumber karbohidrat, sumber protein, serta vitamin dan mineral yang menjadikan kualitas gizi lebih baik.

Strategi konsumsi kedepan adalah meningkatkan konsumsi umbi-umbian, sayur dan buah, kacang-kacangan serta jagung sehingga konsumsi beras dan pangan impor dapat dikurangi yang pada gilirannya nanti dapat memantapkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dengan gizi yang seimbang. Pemantapan ketahanan pangan tersebut dicirikan dengan setiap warga mengkonsumsi pangan yang cukup dalam jumlah dan mutu, gizi, aman, beragam dan terjangkau. Untuk itu pengembangan konsumsi pangan dilakukan dengan berbasis pada keanekaragaman, baik sumber bahan pangan maupun kelembagaan dan budaya lokal. Gerakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan dilaksanakan melalui kegiatan advokasi, sosialisasi dan promosi. Advokasi dilakukan dilakukan oleh Gubernur dan Bupati/Walikota untuk menerbitkan peraturan daerah mengenai percepatan penganekaragaman konsumsi pangan, baik dalam bentuk peraturan Gubernur, Peraturan Bupati, maupun Surat Edaran dan instruksi. Untuk mendukung percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbahan pangan lokal, maka dilaksanakanlah kegiatan lomba kudapan berbahan pangan lokal. Keanekaragaman budaya dan adat istiadat secara pasti membawa dampak yang signifikan pada tingginya tingkat keberagaman budaya Bangsa Indonesia. Keberagaman ini juga meliputi beragamnya jenis makanan yang ada, termasuk diantaranya adalah kudapan. Kudapan adalah panganan yang dimakan diluar waktu makan. Berdasarkan hal tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Seruyan akan mengadakan lomba kudapan berbahan pangan lokal sebagai salah satu upaya menggali potensi kuliner khas Kabupaten Seruyan dengan potensi kuliner khas Kabupaten Seruyan dengan potensi lokal dalam mempercepat program penganekaragaman sehingga dapat dikenal masyarakat secara luas.

Selain itu petani juga pasti bersemangat mengembangkan pangan lokal yang kerap menjadi pangan seguhan wajib Pemerintah Kabupaten Seruyan. Lomba kudapan berbahan pangan lokal merupakan salah satu cara pengenalan/promosi ke masyarakat dalam rangka mempercepat pemahaman masyarakat tentang mengkonsumsi pangan yang beraneka ragam. Adapun tujuan dilaksanakannya lomba ini adalah untuk mengangkat kembali berbagai potensi bahan pangan lokal untuk diolah menjadi kudapan dan dikembangkan oleh petani/masyarakat dan meningkatkan kreativitas peserta untuk membuat menu yang sehat, bergizi dan enak dengan harga yang terjangkau. Peserta lomba kudapan berbahan pangan lokal terdiri dari organisasi wanita di Kabupaten Seruyan yang berjumlah 22 peserta. Juri dari Jakarta, Agus Sasirangan dalam menyampaikan pengumuman pemenang menyebutkan bahwa kreativitas yang ditunjukkan oleh ibu-ibu peserta Kabupaten Seruyan sungguh luar biasa. Banyak hal menarik dan unik yang baru ia ketahui, seperti nipah yang dapat dijadikan kudapan yang menarik.

Selanjutnya Agus mengatakan bahwa sajian kudapan yang dihidangkan semua bagus, menarik dan enak. Akan tetapi jika harus memilih yang terbaik diantara yang terbaik, ada beberapa sajian yang mewakili kriteria yang dicari. Adapun kudapan sang pemenang pertama, diakui Agus sangat sederhana namun mampu membuatnya jatuh cinta, yakni karya DWP Satpol PP dan Damkar dengan Kudapan Dadar Gulung Kunjui. Selanjutnya pemenang kedua dari DWP Dinas Lingkungan Hidup, Pemenang Ketiga DWP Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Juara Harapan 1  DWP BPBD, Juara Harapan 2 DWP BKPSDM, Juara Harapan 3 Dinas Sosial dan Juara Favorit dari TP PKK Kabupaten Seruyan. Semoga dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat meningkatkan kreasi dan nilai tambah produk dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Dimana menu yang diciptakan dapat mengangkat kearifan lokal daerah Kabupaten Seruyan. (nrl/foto aan)