Lomba Cipta Menu B2SA

Kuala Pembuang – Bertempat di Gedung Serba Guna Kuala Pembuang acara Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (LCM B2SA) untuk menu keluarga resmi dibuka oleh Asisten III, Rabu (11/7). Dalam upaya mempercepat pemahaman masyarakat tentang konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA). Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Seruyan menyelenggarakan Lomba Cipta Menu. Lomba dimaksudkan agar setiap individu khususnya ibu rumah tangga yang bertanggung jawab dalam menentukan dan menyediakan menu keluarga dapat menyajukan menu B@SA. LCM juga dimaksudkan agar ibu rumag tangga dapat menyajikan pilihan menu yang dapat diaplikasikan. LCM B2SA kali ini diikuti oleh ibu-ibu Tim Penggerak PKK dari 10 Kecamatan se Kabupaten Seruyan yang bertujuan untuk menyadarkan dan menggerakkan masyarakat untuk lebih mendayagunakan potensi pangan lokal demi untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan. Peserta lomba akan menyajikan menu makanan selama satu hari untuk tiga kali makan untuk keluarga dalam bentuk display. Hal ini dimaksudkan untuk melihat penerapan aspek keanekaragaman dan keseimbangan pangan dalam menu, dengan tetap mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal.

Selain penilaian resep dan display, pertimbangan terhadap dukungan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menerapkan konsumsi B2SA tetap menjadi penilaian. Dengan demikian prinsip konsumsi pangan B2SA diharapkan tidak berhenti hanya pada saat lomba saja, namun dapat ditindaklanjuti dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Dalam sambutan yang disampaikan oleh Asisten III Bupati mengatakan bahwa “untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan, maka lomba yang dilaksanakan ini sangatlah penting bagi masyarakat Seruyan yang memiliki banyak potensi pangan lokal yang sangat potensial dan dapat terus dikembangkan dibumi Gawi Hatantiring ini”. Melalui lomba ini diharapkan masyarakat khususnya peserta, dapat berkreasi menciptakan/ mengembangkan resep yang beragam, bergizi seimbang, dan aman serta dapat diterapkan sebagai menu keluarga sehari-hari dan bukan hanya pada saat lomba saja. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi terwujudnya sumberdaya manusia yang berkualitas adalah konsumsi pangan. Bukti empiris menunjukkan bahwa kualitas SDM sangat ditentukan oleh status gizi yang baik, dimana status gizi yang baik ditentukan oleh jumlah asupan pangan yang dikonsumsi. Selanjutnya, masalah gizi yang terjadi pada masa tertentu akan menimbulkan masalah pembangunan di masa yang akan datang.

Saat ini hampir seluruh negara di dunia menghadapi berbagai bentuk permasalahan gizi, baik kekurangan gizi maupun kelebihan gizi, baik gizi makro maupun gizi mikro. Masalah gizi yang saat ini menjadi fokus perhatian Pemerintah diantaranya Stuntung, yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Di Indonesia, sekitar 37% (hampir 9 juta) anak balita mengalami stuntung. Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita, namun juga terhadap remaja putri. Konsumsi pangan yang berkualitas, yang ditunjukkan dengan keragaman jenis pangan dan keseimbangan gizi dalam pola konsumsi pangan sehari-hari dibutuhkan tubuh agar dapat hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, secara gencar pemerintah melakukan upaya diversifikasi konsumsi pangan. Upaya tersebut dilakukan tidak untuk mengganti beras secara total, tetapi mengubah pola konsumsi pangan masyarakat sehingga masyarakat mengkonsumsi lebih banyak jenis atau ragam pangannya baik untuk jenis pangan sumber karbohidrat, sumber protein, serta sumber vitamin dan mineral, yang menjadikan kualitas gizi lebih baik.

(my/foto:zey)