Lomba Bercerita

Kuala Pembuang – pada tanggal 04 s/d 05 April 2018 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah telah melaksanakan Kegiatan Lomba Bercerita bagi anak-anak tingkat Sekolah Dasar yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kuala Pembuang. Kegiatan tersebut di ikuti sebanyak 16 orang siswa dari perwakilan SD/MI yang ada di 10 Kecamatan se Kabupaten Seruyan, yang mana Pemenang dari perlombaan tersebut akan mewakili Kabupaten Seruyan dalam perlombaan yang sama pada tingkat Provinsi yang akan diselenggarakan oleh Provinsi Kalimantan Tengah di Palangkaraya. Senada dengan hal tersebut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seruyan, Drs.H. Astono mengatakan dalam laporannya sebagai ketua panitia “kegiatan ini merupakan wadah untuk menumbuh kembangkan kecintaan terhadap budaya dan cerita rakyat dikalangan anak sehingga mereka mengerti tentang cerita rakyat yang ada di Kabupaten Seruyan khususnya atau pun Kalimantan Tengah pada umumnya” ucapnya.

Dalam laporannya  ia juga menjelaskan bahwa terselenggaranya acara tersebut karena adanya amanat undang- undang yang mengharuskan adanya penyelenggaraan kegiatan  tersebut yakni pada :

  1. Undang- undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. Undang- undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan
  4. Pedoman Lomba Bercerita bagi siswa SD/MI tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota Tahun 2018
  5. Keputusan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Seruyan Nomor : 040/065/UM-DPK/IV/2018; tentang Pembentukan Panitia Lomba Bercerita bagi Siswa SD/MI se Kabupaten Seruyan
  6. DPA DPK KAB. Seruyan Nomor : 2.17.2.17.01.21.02 Tahun Anggaran 2018.

Kemudian Pjs. Bupati Seruyan Ir. Leonard S. Ampung, M.M.,M.T melalui Asisten II Sekretariat Daerah Seruyan Djainuddin Noor dalam sambutannya mengatakan “ anak- anak merupakan cikal bakal potensi sumberdaya manusia dalam penggerak pembangunan, sehingga harus dipersiapkan agar menjadi generasi yang cerdas, berakhlak serta berwawasan luas.”

Oleh karena itu sedini mungkin harus ditanamkan ilmu pengetahuan, akhlak, serta karakter yang baik agar nantinya mereka mampu menggantikan setiap posisi strategis dalam pembangunan sesuai kompetensi yang dimilikinya. Untuk mewujudkan hal tersebut tanamkan rasa gemar membaca pada anak-anak s idini mungkin serta secara terus menerus, karena membaca merupakan jembatan ilmu yang harus di tumbuh kembangkan.

Karena secara naluri, anak-anak senang dengan cerita dan dengan bercerita merupakan metode dan sekaligus media untuk komunikasi sehingga terjalin rasa kedekatan antara orang tua dan anak.Dengan adanya lomba bercerita ini diharapkan bisa menarik minat anak- anak serta seluruh generasi muda untuk lebih gemar membaca buku-buku cerita mengenai budaya daerah, kearifan lokal,  sejarah dan pahlawan, serta buku ilmu pengetahuan lainnya, sehingga tercipta generasi muda yang berkepribadian dan memiliki kemampuan berbahasa yang baik dalam penyampaian ide yang berbentuk bahasa lisan (bercerita), kemudian disamping itu juga dapat menumbuh kembangkan rasa kekaguman pada budaya bangsa, yang pada gilirannya akan menumbuhkan rasa menghormati, dan rasa bersatu padu dalam ikatan kebangsaan, yaitu bangsa indonesia.

Disamping itu dalam keluarga peran orang tua juga sangat vital dalam memfasilitasi hal tersebut, yakni dengan memberikan buku-buku bacaan seperti buku dongeng, buku legenda, ataupun buku sejarah serta menghidupkan kembali budaya bercerita ataupun dengan “Dongeng Sebelum Tidur” kepada anak-anak kita. Kemudian Pjs. Bupati Seruyan juga berpesan agar pihak sekolah diharapkan juga lebih mampu mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya yang ada di perpustakaan sekolah masing-masing demi mendukung  upaya pemerintah dalam membudayakan kegemaran membaca dilingkungan generasi muda seruyan dapat terwujud dengan baik.(Sup/foto:aan)