Lomba Balita Sehat

KUALA PEMBUANG – Kegiatan Lomba Balita sehat dilaksanakan pada 18/10/2018 di Gedung Serba Guna Kuala Pembuang. Peserta lomba Balita Sehat Indonesia terdiri dari dua kategori yaitu umur 06 bulan sampai dengan 24 bulan dan umur 2 tahun sampai 5 tahun yang merupakan pemenang masing-masing puskesmas. Juara 1 Lomba ini akan mewakili Kabupaten Seruyan dalam Lomba Balita Sehat Indonesia tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Anak merupakan amanah dari Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa yang harus kita jaga dan lindungi karena anak merupakan generasi penerus bangsa yang sangat berharga dalam menentukan kelangsungan hidup dan kejayaan bangsa dimasa mendatang, yang memiliki hak dan kebutuhan akan kesehatan, kebutuhan emosional, spiritual, pengembangan moral, pendidikan serta lingkungan keluarga dan sosial yang mendukung kelangsungan hidup dan tumbuh kembangnya. Anak juga berhak atas peluang untuk mewujudkan pengembangan diri dan kemampuannya.

Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Seruyan, diberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan menyambut baik kegiatan seperti ini. Karena dengan adanya lomba ini diharapkan dapat memacu kesadaran dan kepedulian orang tua, keluarga dan masyarakat untuk lebih memperhatikan tumbuh kembang bayi dan baita sehingga tercipta generasi unggulan di masa mendatang. Kegiatan lomba balita sehat merupakan langkah edukasi dan sekaligus sosialisasi kepada seluruh orang tua yang memiliki bayi atau balita, bahwa anak usia pada nol sampai lima tahun bahkan pada saat dalam kandungan merupakan masa keemasan bagi seorang anak dengan adanya lomba balita sehat diharapkan dapat memotivasi semua pihak untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada ibu dan balita, mulai dari masa persiapan sebelum kehamilan sampai pasca persalinan.

Diharapkan dengan adanya lomba ini adanya peningkatan pengetahuan, perubahan sikap dan perilaku serta kesadaran orang tua ke arah yang lebih baik dalam melaksanakan pola asuh dengan memperhatikan pola asuh dengan memperhatikan pola makan agar selalu mendapatkan gizi seimbang. Selain itu orang tua harus lebih aktif membawa balitanya ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi lengkap dan memantau tumbuh kembang balita secara optimal. Serta dapat memotivasi para orang tua untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan orang tua dalam membina tumbuh kembang balita secara optimal dan kegiatan posyandu lebih meningkat lagi kegiatannya serta mencegah stunting pada anak. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dan dengan tujuan untuk meningkatkan peran aktif dan kesadaran orang tua dan masyarakat dalam membina dan memantau tumbuh kembang bayi dan balitanya. (nrl/ foto: aan)