Kegiatan Pembangunan Harus Mempertimbangkan Aspek Lingkungan

Kuala Pembuang – Pjs. Bupati Seruyan Ir. Leonard S. Ampung, MM. M.T. membuka kegiatan Konsultasi Publik Kajian Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (DDTLH) Kabupaten Seruyan pada Selasa (20/03/18) di Gedung Serba Guna Kuala Pembuang. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Seruyan H. Ahmad Ruswandi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Narasumber dari Kasubdit Penetapan dan Pengembangan Perangkat Daya Dukung dan Daya Tampung Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indoensia, Kepala Perangkat Daerah, rekan dari Inovasi Institusi Penelitian Bumi (Inobu), Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit, Perusahaan Pertambangan dan Perusahaan HPH se-Kabupaten Seruyan, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat serta  tokoh agama se-Kabupaten Seruyan.

Pjs Bupati Seruyan dalam sambutannya menyebutkan bahwa sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bahwa pembangunan ekonomi nasional diselenggarakan berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan. Dalam mewujudkan tujuan tersebut maka semua kegiatan pembangunan harus mempertimbangkan aspek lingkungan sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Tahun ini Kabupaten Seruyan menyelenggarakan pesta demokrasi, berupa pemilihan Bupati dan Wakil Bupati. Sejalan dengan itu maka sesuai mandat perundang-undangan pemerintah Kabupaten Seruyan perlu menyusun dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) sebagai dasar penyusunan program pembangunan lima tahun.

Perencanaan pembangunan daerah terutama dalam perencanaan pemanfaatan sumber daya alam saat ini diharuskan untuk dilakukan secara arif dengan melaksanakan prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Hal tersebut tentunya akan dapat terwujud apabila dalam melakukan pemanfaatan  sumber daya alam hendaknya tetap mempertimbangkan keterrsediaan dan pencadangan sumber daya alam serta kelestarian lingkungan.

Sejalan dengan hal tersebut dan untuk melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dimana setiap Kabupaten/Kota diwajibkan untuk menyusun Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) yang akan dipergunakan sebagai dasar penyusunan dan dimuat dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).

Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) memuat rencana tentang pemanfaatan dan atau pencadangan sumber daya alam; pemeliharaan dan perlindungan kualitas dan atau fungsi lingkungan hidup; pengendalian, pemantauan, serta pendayagunaan dan pelestarian sumber daya alam; dan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.

Daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia, makhluk hidup lain dan keseimbangan antar keduanya, daya tampung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi dan/atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan kedalamnya.

Adapun daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup (DDTLH) merupakan salah satu muatan kajian dalam kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) yang merupakan rangkaian analisis yang bertujuan untuk mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam pembangunan wilayah dan/atau kebijakan, rencana dan/atau program.

Untuk menyusun kajian daya dukung daya tampung maka diperlukan informasi dari berbagai pihak termasuk dari perusahaan, perwakilan desa dan tokoh masyarakat Kabupaten Seruyan. Melalui kegiatan ini pjs Bupati mengajak semua pihak untuk memberikan informasi yang diperlukan dalam kajian ini sehingga rencana ruang kedepan mengintegrasikan secara sistematis prinsip-prinsip berkelanjutan dan memperhatikan keseimbangan lingkungan. (kominfo seruyan/nrl/zey)