Kapten Mulyono Resmi Menjadi Nama Bandara di Seruyan

Kuala Pembuang – Bupati Seruyan H. Sudarsono, SH dan Wakil Bupati Seruyan Yulhaidir mengahdiri acara peresmian nama Bandara Kuala Pembuang, Senin (23/7). Secara resmi nama Bandara di Kabupaten Seruyan menjadi Bandara Kapten Mulyono. Ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Seruyan didampingi Wakil Bupati Seruyan serta kedua putera dari Kapten Mulyono dan sekaligus penyerahan buku Sepan Biha kepada kedua putera Kapten Mulyono. Sudarsono mengatakan bahwa penggantian nama bandara ini dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan dengan tokoh masyarakat dan juga para pejabat di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Seruyan. Ia menjelaskan, penggunaan nama Kapten Mulyono ini merupakan satu bentuk penghargaan yang diberikan pemerintah daerah dan masyarakat kepada pahlawan dan juga untuk mengenang jasanya yang telah berjuang melawan para penjajah.

Dalam catatan sejarah, Kapten Mulyono memegang peranan penting dan strategis dalam revolusi fisik melawan pasukan Belanda pada Tahun 1947 dipedalaman Kalimantan, khususnya untuk wilayah hulu sungai Seruyan. Dengan kode pasukan M N 1001 Kapten Mulyono mendapat tugas khusus untuk merekrut pejuang di pedalaman Kalimantan dan mengomandoi pelatihan militer yang dipusatkan di Sepan Biha Desa Tumbang Manjul Kecamatan Seruyan Hulu. “Kami berharap nama Kapten Mulyono dapat lebih dikenal lagi dan menjadi motivasi bagi masyarakat Seruyan agar berbuat yang terbaik bagi daerah dan bangsa ini, serta kedepannya bandara sendiri menjadi lebih baik dan maju”, ucap Sudarsono. Bandara Kapten Mulyono juga akan segera mengoperasikan terminal khusus penumpang untuk meningkatkan pelayanan di bandar tersebut. Terminal khusus penumpang yang selesai dibangun 2017 lalu menelan anggaran sebesar 7 Miliar dan dengan luas 600 M2 ini akan mampu menampung sekitar 140 penumpang. Seperti bandara pada umumnya, terminal penumpang ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas standar seperti timbangan digital, rambu-rambu serta fasilitas lainnya dengan sistem mekanisme elektrikal.

Selain perlengkapan standar, diruang tunggu dengan kapasitas yang cukup luas, juga akan disediakan coffe shop ataupun kantin bandara serta booth aksesoris kerajinan. Sedangkan untuk area parkir kendaraan, akses jalan menuju terminal bandara dibuat seluas       14 M dan untuk kondisi penerbangan di bandara ini memiliki titik terdekat dengan Pulau Jawa dan terus mengalami peningkatan dengan intensitas penumpang diatas rata-rata.  Penerbangan perintis untuk Pesawat ATR 42 Susi Air Type Cessna Grand Caravan tujuan Kuala Pembuang – Palangka Raya dan Kuala Pembuang – Banjarmasin (Kalimantan Selatan) yang terjadwal dua kali dalam seminggu dengan jumlah penumpang mencapai 80-90% setiap kali keberangkatan. Untuk kedepan diperkirakan pertumbuhan jumlah penumpang di Bandara Kapten Mulyono akan terus mengalami peningkatan seiring dengan makin baiknya infrastruktur jalan yang menghubungan Kuala Pembuang dengan Kecamatan di Hulu Seruyan.

(my/foto:zey,prokom)