Hari Peduli Sampah Nasional

Ada sesuatu yang berbeda pada pelaksanaan kegiatan senam bersama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan di awal bulan Maret ini. Bertempat di halaman Kantor Bupati Seruyan Jum’at, 02 Maret 2018 dimana diakhir pelaksanaan kegiatan senam bersama tersebut dilanjutkan dengan pelaksanaan Apel Hari Peduli Sampah Nasional. Apel tersebut dilaksanakan untuk memperingati bagaimana kita harus peduli terhadap masalah sampah. Pelaksanaan apel peringatan Hari Peduli Sampah tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Drs. HARYONO, MM. Dalam Pidato sambutan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kehutanan DR. Ir. SITI NURBAYA, M. Sc yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah mengatakan bahwa hingga usia yang ke sepuluh Undang-Undang tentang pengelolaan sampah hingga saat ini sampah merupakan persoalan serius, dimana pengelolaan sampah masih belum sesuai dengan metode dan tehnik pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan dan diantaranya dibeberapa tempat telah menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu hingga ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mendukung terbentuknya perilaku masyarakat yang berwawasan lingkungan sehat dan bersih. Pada sisi lainnya, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, partisipasi masyarakat terhadap penanganan sampah seperti kerja civil society, aktivis dan komunitas terkait sampah atau dalam kaitannya dengan sampah, kebersihan serta kesehatan lingkungan, sangat mengembirakan dan bercirikan eskalatif semakin positif. Untuk itu, pemerintah menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada para aktivis, komunitas dan masyarakat atas aktualisasi yang sangat positif dan baik. Begitu pula, dalam dua tahun terakhir, telah nyata pula rintisan dukungan dan gerakan dunia usaha dan asosiasi profesi dalam membantu masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah serta perintisan pengembangan kegiatan ekonomi sirkular dengan memanfaatkan sampah hingga tidak ada sampah lagi (Zero Waste).

Dalam tahun 2018 ini, mengingat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah ini sudah berusia 10 (sepuluh) tahun, menjadi sangat penting untuk mempertegas dan memperkuat kolaborasi peran dalam upaya mengatasi persoalan sampah di Indonesia. Pengelolaan sampah diselenggarakan berdasarkan asas tanggungjawab, asas berkelanjutan, asas manfaat, asas keadilan, dan asas nilai ekonomi.Ada sesuatu yang berbeda pada pelaksanaan kegiatan senam bersama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan di awal bulan Maret ini. Bertempat di halaman Kantor Bupati Seruyan Jum’at, 02 Maret 2018 dimana diakhir pelaksanaan kegiatan senam bersama tersebut dilanjutkan dengan pelaksanaan Apel Hari Peduli Sampah Nasional. Apel tersebut dilaksanakan untuk memperingati bagaimana kita harus peduli terhadap masalah sampah. Pelaksanaan apel peringatan Hari Peduli Sampah tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Drs. HARYONO, MM. Dalam Pidato sambutan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kehutanan DR. Ir. SITI NURBAYA, M. Sc yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah mengatakan bahwa hingga usia yang ke sepuluh Undang-Undang tentang pengelolaan sampah hingga saat ini sampah merupakan persoalan serius, dimana pengelolaan sampah masih belum sesuai dengan metode dan tehnik pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan dan diantaranya dibeberapa tempat telah menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu hingga ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mendukung terbentuknya perilaku masyarakat yang berwawasan lingkungan sehat dan bersih. Pada sisi lainnya, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, partisipasi masyarakat terhadap penanganan sampah seperti kerja civil society, aktivis dan komunitas terkait sampah atau dalam kaitannya dengan sampah, kebersihan serta kesehatan lingkungan, sangat mengembirakan dan bercirikan eskalatif semakin positif. Untuk itu, pemerintah menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada para aktivis, komunitas dan masyarakat atas aktualisasi yang sangat positif dan baik. Begitu pula, dalam dua tahun terakhir, telah nyata pula rintisan dukungan dan gerakan dunia usaha dan asosiasi profesi dalam membantu masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah serta perintisan pengembangan kegiatan ekonomi sirkular dengan memanfaatkan sampah hingga tidak ada sampah lagi (Zero Waste).

Sangat jelas bahwa peran masing-masing, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota. Sebagaimana diatur dalam Pasal 5 sampai dengan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, dalam rentang yang luas mulai dari strategi, pelaksanaan tata kelola sampah, proses pengolahan akhir, pengawasan, hingga sistem tanggap darurat yang memerlukan perhatian.

Sebagai rangkaian Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2018, diaktualisasikan langkah kerja bersama dalam agenda “Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS)” yang dilaksanakan diseluruh Indonesia, antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota bersama-sama dengan masyarakat membangun gerakan aksi bersih sampah dan lingkungan. Agenda Tiga Bulan Bersih Sampah akan berlangsung mulai tanggal 21 Januari hingga sampai dengan 21 April 2018. Agenda ini menjadi jalan pemenuhan jalan pembangunan pengelolaan sampah sebagaimana terget yang telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah juga diharapkan dapat mewujudkan masyarakat yang peduli lingkungan yaitu pada Tahun 2025 terdapat pengurangan timbulan sampah 30 % atau 20,9 juta ton serta penanganan sampah mencapai 70 % atau 49,9 juta ton.

Sebelum mengakhiri sambutan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sekretaris Daerah Drs. HARYONO, MM menegaskan bahwa ada beberapa poin penting yang harus bersama-sama kita laksanakan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional antara lain :

  1. Melaksanakan Intruksi Bupati Seruyan Nomor 4 Tahun 2017 tentang gerakan revolusi mental untuk Seruyan Bersih Dan Hijau dimana didalamnya memuat tentang ;
  2. wajib menjaga kebersihan lingkungan dengan menyediakan fasilitas tempat pembuangan sampah di wilayahnya masing-masing.
  3. wajib menciptakan lingkungan yang teduh dengan menanam pohon yang multi fungsi dan tanaman hias dan harus di halaman masing-masing.
  4. setiap penyelenggaraan event atau acara kegiatan yang sifatnya mengumpulkan masa atau orang banyak dan berpotensi menimbulkan sampah wajib menyediakan sarana pembuangan sampah.
  5. menyemarakkan lagi program gotong royong kerja bakti di lingkungan kerja kantor masing-masing secara rutin.
  6. Mengintruksi dari surat edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang himbauan penyediaan hidangan rapat bebas makanan kemasan plastik agar dapat diterapkan di Kabupaten Seruyan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Seruyan Ir. Priyo Widagdo, MM dalam menyampaikan sambutannya mengatakan bahwa Indonesia merupakan produksi sampah terbesar di dunia khususnya untuk sampah plastik, 7 (tujuh) ton setiap hari sampah berada di TPS Kuala Pembuang. Menurutnya, pembatasan dan penanganan sampah plastik perlu dilakukan dari sekarang, karena sampah plastik baru bisa terurai secara alami dalam waktu 10 hingga 80 tahun dan jika dibakar justru menghasilkan molekul dioxin yang bersifat racun. “Jadi perlu kesadaran dan inovasi agar sampah plastik dapat dikurangi dengan mengolahnya kembali jadi barang bermanfaat,” katanya.

Pada kesempatan dihari ini kami mengajak kita semua untuk bisa mengelola sampah dengan baik, tidak ada satupun Dinas/Instansi yang bisa mengelola sampah secara arip dan bijak sana, manakala manusia selaku produsen sampah tidak menyadarinya. Selama manusia bertambah banyak, konsumsinya tinggi, pasti sampah akan bertambah banyak juga. Untuk itu, saya mengajak kita khususnya yang hadir pada hari ini, mulai hari ini dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional mari kita bersama-sama intropeksi diri, jangan menyalahkan orang, jangan menunggu orang, mari kita awali diri sendiri, mulai hari ini bahwa kita harus dan wajib sadar kepada lingkungan terutama membersihkan sampah dan menaruh dengan benar pada tempatnya. (An)