FGD

Kuala pembuang – Bertempat di aula lantai II kantor Bappeda Kabupaten Seruyan Senin 02 April 2018 Sekretaris Daerah Drs. Haryono, MM membuka secara resmi acara Fokus Grup Diskusi Draf Proposal Dan Kegiatan Teknis dalam studi. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk Membedah Peluang Pengembangan Potensi Pisang Sebagai Komoditas Alternatif Untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Seruyan. Sebagaimana kita ketahui bahwa sejarah menunjukkan bahwa ekonomi dan budaya Negara Indonesia tidak bisa terlepas dari aspek sumberdaya alam. Pembangunan ekonomi dan perubahan iklim telah menempatkan Indonesia pada situasi penuh resiko. Pertumbuhan populasi dan peningkatan pendapatan, bersamaan dengan adanya tekanan dalam skala komersial dan industri terus mengancam sumberdaya hutan. Kerusakan hutan yang disebabkan berbagai tekanan ini mempengaruhi perubahan iklim yang resikonya dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Kabupaten Seruyan khususnya yang hidupnya tergantung pada sumberdaya hutan.

Pada sambutan Pjs. Bupati Seruyan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah mengatakan bahwa pemerintah daerah kabupaten seruyan telah menemukan perspektif baru yakni kebijakan landscape dan hutan dalam bingkai landscape terintegrasi (Integrated Landscape) hal ini antara lain berkaitan dengan program kesatuan pengelolaan hutan (KPH), perhutanan sosial, peningkatan produktivitas pemanfaatan lahan untuk pertumbuhan ekonomi dan fiskal, restorasi ekosistem, dan mitigasi perubahan iklim yang keseluruhannya memerlukan pendekatan. Ini tentunya menjadi harapan baru bagi kehutanan dan lahan di Indonesia umumnya dan kabupaten seruyan pada khususnya. Dalam hal ini, beliau juga menambahkan bahwa pemerintah kabupaten seruyan menyambut baik dengan kegiatan studi kebijakan pengelolaan landscape terintegrasi seperti ini yang berkelanjutan di wilayah kabupaten seruyan khususnya. Dan beliau juga berharap dari riset ini bisa menghasilkan sebuah kajian mendalam yang bisa mendorong sebuah analisa kebijakan untuk memantapkan pisang sebagai komoditi unggulan dan membawa angin segar untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. (aan)