Festival Budaya Gawi Hatantiring Menjadi Puncak Hari Jadi Kabupaten Seruyan

Kuala Pembuang – Bertempat dilapangan gagah lurus Acara Hiburan Rakyat dan Promosi Pariwisata serta Festival Budaya Gawi Hatantiring dalam rangka memeriahkan peringatan hari jadi Ke-16 Kabupaten Seruyan dan HUT Proklamasi Kemerdekaan Ke-73 RI secara resmi dibuka oleh PJ. Bupati Seruyan Ir. H. Muhammad Hatta, M.M. ditandai dengan pemukulan Tambun dan dalam suasana meriah dan penuh suka cita. Tampak hadir bupati terpilih Yulhaidir didampingi ibu fauziah dan unsur forum koordinasi Pimpinan Daerah serta undangan lainya, selasa (18/9). Acara ini menjadi sangat penting karena merupakan acara puncak dari seluruh rangkaian kegiatan dan merupakan refleksi ucapan syukur kepda Allah SWT atas nikmat kemerdekaan yang telah dianugerahkan kepada bangsa Indonesia. Peringatan Hari Jadi Kabupaten Seruyan dan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI haruslah jadi momentum untuk mewariskan semangat pengorbanan dan pantang menyerah semangat juang dan nilai kebangsaan generasi terdahulu harus menjadi rujukan utama bagi generasi kekinian.

Dalam sambutanya Pj. Bupati Seruyan mengharapkan kepada seluruh masyarakat yang hadir dapat menikmati acara dan berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban. “Saya mengharapkan agar seluruh masyarakat Kabupaten Seruyan dapat menikmati acara hiburan rakyat dan promosi pariwisata dan budaya ini, saya juga mengajak kepada masyarakat agar terus berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta menciptakan suasana yang kondusif”, ucapnya. Ucapan terimakasih dan penghargaan tak lupa diucapkan M. Hatta kepada seluruh panitia penyelenggara kegiatan yang telah bersungguh sungguh dan bekerja keras dalam melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan sehingga berjalan tertib,lancar dan memenuhi harapan kita semua. Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 18 s/d 23 September 2018. Dimeriahkan dengan persembahan tari Handep Hapakat Mahaga Budaya dari sisawa SMPN 1 Seruyan Hilir Timur dibawah asuhan sanggar seni Antang Tarawang Kabupaten Seruyan. Dengan falsafah Gawi Hatantiring mari kita teguhkan semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Seruyan dan bersama sama menapak menuju masa depan yang lebih cerah dan memberi makna bagi perjalanan Kabupaten Seruyan sebagai bagian dari NKRI. Mari satukan pandang dan visi kita dalam meneruskan cita-cita perjuangan membangun masyarakat dan daerah Kabupaten Seruyan.

Festival merupakan sarana komunikasi yang penting untuk membangun, memberdayakan dan pengakuan suatu identitas budaya. Karenanya, sebagai sebuah sarana komunikasi, maka sudah selayaknya sebuah even festival direncanakan melalui proses perencanaan strategis agar dapat berjalan efektif (Adriennel L. Kaeppler dalam Falassi. 1987:23). Budaya merupakan sebuah produk sosial yang dapat dinyatakan sebagai “Gaya hidup yang relative khusus dari suatu kelompok masyarakat-yang terdiri atas nilai-nilai, kepercayaan, artifak, cara berprilaku, serta cara berkomunikasi yang ditularkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Termasuk dari kultur ini adalah segala hal yang dihasilkan dan dikembangkan oleh anggota kelompok itu, bahasa, cara berfikir, seni, undang-undang dan agama mereka (Devito, 1997:479). Berkaitan dengan hal tersebut, festival budaya sebagai salah satu sarana komunikasi yang penting yang dapat digunakan sebagai media pelestarian budaya.

Sebagai sebuah peristiwa budaya, festival memiliki warna warni ragam dan intensitas dramatik dari berbagai aspek dinamika, seperti estetika yang diandungnya, berbagai tanda dan makna yang melekat “akar” sejarah serta keterlibatan para penutur aslinya. Daerah-daerah yang sedang berkembang seperti Kabupaten Seruyan menggunakan festival ini untuk tujuan tersebut. Karakteristik setiap festival adalah unik dan karenanya tidak ada satu model standar yang dapat digunakan untuk mengelola semua jenis festival. Festival memiliki tujuan yang berbeda-beda, ada yang bertujuan untuk hiburan dan edukasi, ada yang bertujuan untuk menyatukan berbagai komunitas di dalam masyarakat, ada pula yang bertujuan untuk promosi usaha. Adapun alasan yang ada dibalik suatu festival budaya, disana pasti ada pendukung, peserta dan pengunjung yang memiliki harapan yang berbeda pada setiap festival, dan hal ini juga mempengaruhi proses pengelolaan yang unik bagi setiap festival budaya. Model pengelolaan masing-masing festival haruslah memperhatikan keunikan dari seni dan tradisi yang diangkat. (my/foto:prokom)