Bupati Buka TMMD

 

Halimaung Jaya – Bupati Seruyan Yulhaidir membuka secara resmi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke – 102  Kabupaten Seruyan Tahun 2018, dengan mengusung tema “TNI manunggal rakyat dalam mewujudkan desa yang maju, sejahtera dan demokratis”, Senin (15/10). TMMD merupakan wujud Operasi Bhakti TNI selain perang OMSP (Operasi Militer Selain Perang), yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen Pemerintah, Lembaga Pemerintah Non Departemen, SKPD Pemerintah Daerah ataupun komponen bangsa lainnya. Penyelenggaraan TMMD berdasarkan pada UU Nomor 24 Tahun 2004 tentang TNI. UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. Didalam programnya, dilaksanakan dengan terintegrasi bersama masyarakat, untuk meningkatkan akselerasi pembangunan di pedesaan. TMMD dilaksanakan sejak tahun 1980, ketika itu masih bernama AMD (ABRI Masuk Desa) dilaksanakan secara menyeluruh dan serentak di seluruh wilayah NKRI. Tujuannya adalah untuk menunjang keberhasilan pembangunan nasional hingga ke pelosok desa.

Program TMMD ini dilaksanakan melalui proses perencanaan yang mengutamakan aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah pedesaan. Sarana-sarana yang dipilih berdasarkan skala prioritas, diteliti dan dipadukan dengan program pemerintah daerah, kemudian dibahas di forum DPRD untuk disyahkan menjadi program pembangunan daerah. Program ini melibatkan 33 Departemen dan Lembaga Pemerintah Non Departemen yang secara periodik memasukkan acuan program masing-masing instansi ke dalam program kegiatan fisik atau non fisik TMMD. Dukungan TMMD untuk kegiatan fisik dan non fisik dari APBD Pemerintah Daerah setempat, berupa dana hibah. Hingga saat ini telah digelar beberapa TNI Manunggal anatara lain :

  1. TNI Manunggal Sosial Sejahtera (TMSS), sasaran diprioritaskan pada daerah/lokasi yang terkena musibah bencana alam, dengan kegiatan:
  2. Rehabilitasi akibat bencana alam;
  3. Rehabilitasi rumah/lingkungan hidup rakyat yang kumuh/miskin
  4. TNI Manunggal Reboisasi (TMR), pelaksanaan pada program reboisasiatas bahaya bencana alam banjir dan tanah longsor atau hutan gundul melalui penghijauan kembali lahan atau hutan yang gundul.
  5. TNI Manunggal Hutan Cadangan Pangan (TMHCP), TNI berpartisipasi aktif besama pemerintah daerah dalam membangun hutan cadangan pangan dengan maksud :
  6. Menanam berbagai jenis tanaman pangan sebagai perkayaan hutan yang disesuaikan dengan kondisi setempat dan dapat digunakan sebagai makanan substitusi oleh masyarakat setempat.
  7. Menumbuhkan kesadaran masyarakat berpartisipasi aktif untuk memelihara dan meningkatkan hasil pembangunan hutan cadangan pangan.
  8. TNI Manunggal Sembako (TMS), dengan tujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang murah dan wajar.
  9. TNI Manunggal Pertanian (TMP), program ini melaksanakan pengolahan/ pemberdayaan lahan tidur.
  10. TNI Manunggal Aksara (TMA), sadar bahwa kebodohan adalah akar masalah dari keterbelakangan yang bermuara pada kemiskinan, kesengsaraan dan penedritaan rakyat, maka TNI bertekad untuk memeranginya.
  11. TNI Manunggal Transmigrasi (TMT), yaitu membantu program pemerintah dalam hal penyebaran penduduk dan pada pelaksanaannya TNI menempatkan anggota di lokasi transmigrasi selama 6 bulan untuk membantu mengatasi masalah-masalah kesehatan dan keluarga berencana.
  12. TNI Manunggal KB-Kesehatan (TMKK), hal ini sebagai wujud dari kepeduliannya dalam menyukseskan program pemerintah dibidang KB dan kesehatan yaitu pemberian bantuan susu dan makanan bergizi, bea siswa dan lainnya.

TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga, penting dan luar biasa, semangat bergotong rotong membangun desa, bahu membahu memberikan sumbangan pikiran, tenaga dan keterampilan. TMMD bukan semata mata  membangun sarana fisik bagi masyarakat desa, tapi juga membangun semangat dan kepercayaan dari masyarakat agar mampu mengolah potensi yang dimiliki serta kesiap siagaan dalam menghadapi ancaman dan tantangan. (my/foto:prokom,ck)