A. Angka Melek Huruf

Angka melek huruf merupakan proporsi penduduk berusia 15 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis dalam huruf latin atau lainnya. Manfaat perhitungan angka melek huruf digunakan untuk mengukur keberhasilan program pemberantasan buta huruf, yang khususnya ada di wilayah perdesaan. Angka melek huruf dapat dihitung dari membagi jumlah penduduk usia 15 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis dengan jumlah penduduk usia 15 tahun keatas kemudian dikalikan dengan seratus.

Angka melek huruf Kabupaten Seruyan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2009 angka melek huruf Kabupaten Seruyan tercatat sebesar 85,9 % dan naik drastis hingga 98,8% pada tahun 2010, dan naik sedikit pada tahun 2012 yaitu menjadi 98.81%. Berikut adalah gambar pergerakan angka melek huruf kabupaten seruyan dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2012.

Angka Melek Huruf Kabupaten Seruyan, 2009-2012

14

B. Angka Rata-Rata Lama Sekolah

Lamanya Sekolah atau years of schooling adalah sebuah angka yang menunjukkan lamanya bersekolah seseorang dari masuk sekolah dasar sampai dengan Tingkat Pendidikan Terakhir (TPT). Pada prinsipnya angka ini merupakan transformasi dari bentuk kategori TPT menjadi bentuk numerik. Angka rata-rata lama sekolah adalah rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk usia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani.

Lamanya bersekolah merupakan ukuran akumulasi investasi pendidikan individu. Setiap tahun tambahan sekolah diharapkan akan membantu meningkatkan pendapatan individu tersebut. Rata-rata lama bersekolah dapat dijadikan ukuran akumulasi modal manusia suatu daerah. Ukuran ini mengatasi masalah kekurangan estimasi dari TPT yang tidak mengakomodir kelas tertinggi yang pernah dicapai individu.

Rata-rata lama sekolah sejak tahun 2009 sampai dengan 2012 menunjukkan peningkatan, dari angka 7,23 menjadi 7,47. Hal ini berarti penduduk Seruyan rata-rata memiliki pendidikan setara kelas 1 SMP. Kondisi ini tentu saja perlu mendapat perhatian dalam rangka penuntasan wajib belajar 9 tahun yang menjadi prioritas nasional sejak beberapa tahun terakhir. Berikut adalah gambar angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Seruyan.

Angka Rata-Rata Lama Sekolah Kabupaten Seruyan
Tahun 2009-2012

15

C. Angka Partisipasi Kasar

APK adalah perbandingan jumlah siswa pada tingkat pendidikan SD/SMP/SMA dibagi dengan jumlah penduduk berusia 7 hingga 18 tahun atau rasio jumlah siswa, berapapun usianya, yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu.

APK menunjukkan tingkat partisipasi penduduk secara umum di suatu tingkat pendidikan. APK merupakan indikator yang paling sederhana untuk mengukur daya serap penduduk usia sekolah di masing-masing jenjang pendidikan. APK didapat dengan membagi jumlah penduduk yang sedang bersekolah (atau jumlah siswa), tanpa memperhitungkan umur, pada jenjang pendidikan tertentu dengan jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tersebut

Dilihat dari APK tahun 2011 dan 2012 mengalami peningkatan, walaupun kenaikan tersebut belum mencapai sasaran yang diinginkan terutama pada upaya penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun. APK untuk SD/MI tahun 2011 106,97% meningkat menjadi 112,14% di tahun 2012. APK SMP/MTs tercatat 80,10% di tahun 2011, menurun menjadi 72,83% di tahun 2012. APK SMA/MA/SMK tercatat 43,60% di tahun 2011 dan meningkat menjadi 49,99% di tahun 2012. Berikut adalah tabel perkembangan angka pertisipasi kasar dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2012 pada Kabupaten Seruyan.

Perkembangan Angka Partisipasi Kasar (APK)Tahun 2011 s.d 2012
Kabupaten Seruyan

D. Angka Partisipasi Murni

Angka partisipasi murni adalah perbandingan penduduk usia antara 7 hingga 18 tahun yang terdaftar sekolah pada tingkat pendidikan SD/SMP/SMA dibagi dengan jumlah penduduk berusia 7 hingga 18 tahun. APM menunjukkan partisipasi sekolah penduduk usia sekolah di tingkat pendidikan tertentu. Seperti APK, APM juga merupakan indikator daya serap penduduk usia sekolah di setiap jenjang pendidikan. Tetapi, jika dibandingkan APK, APM merupakan indikator daya serap yang lebih baik karena APM melihat partisipasi penduduk kelompok usia standar di jenjang pendidikan yang sesuai dengan standar tersebut.

APM di suatu jenjang pendidikan didapat dengan membagi jumlah siswa atau penduduk usia sekolah yang sedang bersekolah dengan jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang sekolah.

Dilihat dari APM Kabupaten Seruyan tahun 2011 dan 2012 mengalami peningkatan. APM untuk SD/MI tahun 2011 96,14% meningkat menjadi 98,86% di tahun 2012. APM SMP/MTs tercatat 63,52% di tahun 2011, menurun menjadi 61,10% di tahun 2012. APM SMA/MA/SMK tercatat 35,66% di tahun 2011 dan menurun menjadi 33,08% di tahun 2012. Berikut adalah gambar perkembangan angka pertisipasi murni (APM) tahun 2011 sampai dengan 2012 pada Kabupaten Seruyan.

Perkembangan Angka Partisipasi Murni (APM)Tahun 2011 s.d 2012
Kabupaten Seruyan

E. Rasio Ketersediaan Sekolah/ Penduduk Usia Sekolah

Rasio ketersediaan sekolah adalah jumlah sekolah tingkat pendidikan dasar per 10.000 jumlah penduduk usia dasar. Rasio ini mengindikasikan kemampuan untuk menampung semua penduduk usia pendidikan dasar. Kondisi rasio ketersediaan sekolah dapat dilihat pada tabel berikut.

Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah
Tahun 2008 s.d 2011 Kabupaten Seruyan

F. Rasio Guru/Murid

Pelayanan pendidikan dapat diamati dari rasio guru terhadap siswa. Rasio guru terhadap murid adalah jumlah guru tingkat pendidikan menengah per 1.000 jumlah murid pendidikan menengah. Rasio ini mengindikasikan ketersediaan tenaga pengajar. Selain itu juga untuk mengukur jumlah ideal murid untuk satu guru agar tercapai mutu pengajaran. Selama tahun 2008 hingga tahun 2012, terlihat bahwa rasio guru terhadap siswa mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kualitas pelayanan pendidikan karena jumlah guru yang menanggung sejumlah murid menjadi semakin banyak. Kondisi rasio guru terhadap murid dapat dilihat pada tabel berikut.

Rasio Guru dan Murid Jenjang Pendidikan Dasar
Tahun 2008 s.d 2012

G. Rasio Guru/Murid per kelas rata-rata

Rasio Guru/Murid per kelas rata-rata Kabupaten Seruyan dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 dapat dilihat pada tabel berikut.

Rasio guru/ murid per kelas rata-rata untuk SD/MI pada tahun 2008 sebesar 43,87, meningkat menajadi 55,19 pada tahun 2009, lalu meningkat menjadi 69,79 pada tahun 2012. Hal ini berbanding lurus pada jenjang pendidikan SMP/MTs. Tahun 2008 Rasio guru/ murid per kelas rata-rata sebesar 623,44 naik menjadi 838,99 pada tahun 2009, lalu meningkat menjadi 876,89. Berikut adalah tabel Rasio guru/ murid per kelas rata-rata tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 pada Kabupaten Seruyan.

Rasio Guru/ Murid per kelas rata-rata
Tahun 2008 s.d 2012

H. Angka Partisipasi Sekolah (APS)

APS adalah jumlah murid kelompok usia pendidikan menengah (16-19 tahun) yang masih menempuh pendidikan menengah per 1.000 jumlah penduduk usia pendidikan menengah. Angka Partisipasi Sekolah (APS) dikaitkan dengan keadaan putus sekolah. Di beberapa kecamatan di Kabupaten Seruyan masih dijumpai anak putus sekolah di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)

Angka Partisipasi Sekolah Berdasarkan Penduduk Usia Sekolah Tahun 2011 s.d 2012

I. Rasio Ketersediaan Sekolah/ Penduduk Usia Sekolah

Rasio ketersediaan sekolah adalah jumlah sekolah tingkat pendidikan menengah per 10.000 jumlah penduduk usia pendidikan menengah. Rasio ini mengindikasikan kemampuan untuk menampung semua penduduk usia pendidikan menengah. Kondisi rasio ketersediaan sekolah dapat dilihat pada tabel berikut.

Rasio Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah
Tahun 2008 s.d 2011

J. Sekolah Pendidikan SD/MI Kondisi Bangunan Baik

Bangunan gedung sekolah merupakan salah satu prasarana pendidikan yang mempunyai peran penting dalam usaha pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam kerangka tersebut, prasarana pendidikan mempunyai peran untuk mewujudkan sasaran pembangunan seperti pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.

Pada Kabupaten Seruyan pada tahun 2009 tercatat 158% bangunan untuk sekolah pendidikan SD/MI dalam kondisi baik, lalu naik menjadi 160% pada tahun 2010. Selanjutnya terdapat kenaikan 3% sampai tahun 2012 yaitu sebesar 163% bangunan sekolah pendidikan SD/MI dalam kondisi baik. Berikut adalah gambar perkembangan sekolah pendidikan SD/MI kondisi bangunan baik pada tahun 2009 sampai tahun 2012.

Sekolah Pendidikan SD/MI Kondisi Bangunan Baik, 2009 – 2012 (%)

16

K. Sekolah Pendidikan SMP/MTs dan SMA/SMK/MA Kondisi Bangunan Baik

Bangunan gedung sekolah merupakan salah satu prasarana pendidikan yang mempunyai peran penting dalam usaha pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam kerangka tersebut, prasarana pendidikan mempunyai peran untuk mewujudkan sasaran pembangunan seperti pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.

Pada Kabupaten Seruyan pada tahun 2009 tercatat 68% bangunan untuk sekolah pendidikan SMP/MTs dan SMA/SMK/MA dalam kondisi baik, lalu naik menjadi 65% pada tahun 2010. Selanjutnya terdapat kenaikan 5% sampai tahun 2012 yaitu sebesar 70% bangunan sekolah pendidikan SMP/MTs dan SMA/SMK/MA dalam kondisi baik. Hal ini sama dengan sekolah pendidikan SD/MI kondisi bangunan baik yang sama-sama mningkat dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2012. Berikut adalah gambar perkembangan sekolah pendidikan SD/MI kondisi bangunan baik pada tahun 2009 sampai tahun 2012.

Sekolah Pendidikan SMP/MTs dan SMA/SMK/MA Kondisi Bangunan Baik
Tahun 2009 – 2012 (%)

17

L. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Pendidikan Anak Usia Dini, 2009 – 2012 Kabupaten Seruyan (%)

18

Data menunjukkan PAUD di Seruyan cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sejak 2009 sampai dengan 2012. Kondisi terakhir pada tahun 2012 menunjukkan bahwa PAUD mencapai 59,6%.