A. Rasio Posyandu Per Satuan Balita

Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari Keluarga Berencana dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga berencana yang mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini.

Pada Kabupaten Seruyan rasio posyandu per satuan balita menunjukkan trend yang positif naik. Pada tahun 2009 tercatat rasio posyandu per satuan balita sebsar 5,1, pda tahun berikutnya yaitu tahun 2010 naik menjadi 7,5 dan terus menunjukkan trend yang positif naik terus sampai ada tahun 2012 yaitu tercatat sebsar 8,3. Tetapi besarnya kenaikan trend ini, belum terlalu besar, sehingga ditakutkan besarnya jumlah balita yang akan terus bertambah kurang diseimbangi oleh banyaknya jumlah posyandu, ditakutkan dapat menurunkan angka rasio posyandu per satuan balita di Kabupaten Seruyan. Hal ini guna mewujudkan lebih terhadap wadah peranserta masyarakat untuk menyampaikan dan memperoleh pelayanan kesehatan dasarnya. Berikut adalah gambar rasio posyandu per satuan balita dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2012.

Rasio Posyandu Per Satuan Balita Tahun 2009-2012

4

B. Rasio Puskesmas, Poliklinik, Pustu Per Satuan Penduduk

Rasio puskesmas, poliklinik dan pustu bermanfaat untuk mengetahui cakupan pelayanan kesehatan tersebut dalam memenuhi pelayannya kepada penduduk, dengan demikian pelayanan kesehatan dapat terpenuhi sesuai dengan standar pelayanan.

Rasio puskesmas persatuan penduduk tahun 2012 adalah 0,08 dan konstan pada angka rasio sebesar 0,08 sampai tahun 2012. Untuk poliklinik belum terdapat poliklinik di Kabupaten Seruyan, sehingga rasio untuk poliklinik persatuan penduduk belum dapat dihitung. Untuk Rasio Puskesmas pembantu di Kabupaten Seruyan menunjukkan trend yang cenderung menurun, pada tahun 2004 tercatat 0,04 dan pada tahun 2012 tercatat 0,03 untuk rasio puskesmas pembantu di Kabupaten Seruyan. Berikut adalah Tabel jumlah puskesmas, poliklinik dan puskesmas pembantu di Kabupaten seruyan dari tahun 2008 s.d 2012.

Jumlah Puskesmas, Poliklinik dan Pustu
Tahun 2008 s.d 2012

C. Rasio Rumah Sakit Persatuan Penduduk

Rasio rumah sakit per satuan penduduk adalah jumlah rumah sakit per 10.000 penduduk. Rasio ini mengukur ketersediaan fasilitas rumah sakit berdasarkan jumlah penduduk. Rasio Rumah Sakit per satuan penduduk dari tahun 2008 sampai dengan 2012 terhitung konstan di anagka 0,01, hal ini terjadi karena jumlah rumah tidak bertambah dan jumlah pertumubuhan penduduk cenderung sangat sedikit, sehingga rasio Rumah Sakit per jumlah penduduk statis di angka 0,01. Berikut adalah tabel jumlah dan rasio rumah sakit penduduk tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 di Kabupaten Seruyan.

Jumlah Dan Rasio Rumah Sakit Per Jumlah Penduduk Tahun 2008 s.d 2012

D. Rasio Dokter Persatuan Penduduk

Rasio dokter per jumlah penduduk menunjukkan tingkat pelayanan yang dapat diberikan oleh dokter dibandingkan jumlah penduduk yang ada. Tabel berikut adalah perkembangan rasio dokter per satuan penduduk di Kabupaten Seruyan dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2012.

Jumlah Dokter Tahun 2008 s.d 2012

Dari tabel di atas terliihat bahwa jumlah dokter terus meningkat di Kabupaten Seruyan sehingga rasio dokter per satuan penduduk di Kabupaten Seruyan terus meningkat. Pada tahun 2008 rasionya tercatat 0,01, tahun 2010 naik menjadi 0,21 dengan jumlah dokter 29, dan pada tahun 2012 rasio dokter per satuan penduduk meningkat lagi menjadi 0,23 dengan jumlah dokter 34.

E. Rasio Tenaga Medis Per satuan Penduduk

Rasio tenaga medis per satuan penduduk Kabupaten Seruyan mengalami penurunan, pada tahun 2011 rasio jumlah tenaga medis sebesar 0,11 dan pada tahun 2012 menurun menjadi 0,10. Hal ini dikarenakan pertambahan jumlah penduduk tidak diimbangi dengan penambahan jumlah tenaga medis untuk memberikan pelayanan kepada penduduk. Berikut adalah tabel jumlah tenaga medis tahun 2011 s.d 2012 Kabupaten Seruyan.

Jumlah Tenaga Medis Tahun 2011 s.d 2012

F. Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan Yang Memiliki Kompetensi Kebidanan

Menurut Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Kabupaten Seruyan Akhir Masa Jabatan Tahun 2009 – 2013 cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan yang berfluktuatif. Pada tahun 2008 mencapai 84%, namun pada tahun 2009 turun menjadi 71%, kemudian naik signifikan menjadi 92%, namun turun signifkan sampai menjadi 57,5% pada tahun 2011 dan naik kembali menjadi 79%. Jika dilihat dari tahun 2008 sampai tahun 2012 terjadi penurunan sebesar 5%, yang dari 84% di tahun 2008 menjadi 79% di tahun 2012. Berikut tabel cakuoan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2012.

Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan Yang Memiliki Kompetensi Kebidanan Tahun 2008 – 2012 (%)

5

G. Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI)

UCI (Universal Child immunization) adalah kondisi tercapainya imunisasi dasar secara lengkap pada bayi (0.11 bulan), ibu hamil, WUS, dan anak sekolah tingkat dasar. Imunisasi dasr lengkap pada bayi meliputi: 1 dosis BCG, 3 dosis DPT, 4 Dosis Polia, 4 dosis Hepatitis B, 1 dosis Campak. Ibu hamil dan WUS meliputi 2 dosis IT. Anak sekolah tingkat dasar meliputi 1 dosis DT, 1 dosis campak dan 2 dosis IT.

Data menunjukkan fluktuatif dari tahun 2008 sampai tahun 2012 yang pada tahun 2008 tercatat 47%, naik menjadi 60% pada tahun 2009, naik kembali menjadi 89% di tahun 2010, kemudian turun menjadi 71% di tahun 2011 dan 53% di tahun 2012. Tabel berikut menggambarkan cakupan desa/kelurahan universal Child Immunization (UCI) dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2012.

Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) Tahun 2008-2012 (%)

6

H. Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan

Cakupan blita gizi buruk mendapat perawatan mencapai angka 100%, hal ini berarti bahwa semua balita gizi buruk sudah mendapatkan perawatan medis di sarana pelayanan kesehatan. Upaya Pemerintah Kabupaten Seruyan dalam penanganan balita gizi buruk diantaranya dengan pemberian makanan tambahan, penyediaan rumah pemulihan gizi dan peran kader gizi di posyandu dalam deteksi dini balita gizi buruk.

Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan Tahun 2008 – 2012 (%)

7

I. Cakupan Pelayanan Kesehatan Rujukan Pasien Masyarakat Miskin

Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin di Kabupaten Seruyan menunjukkan trend yang positif naik. Hal ini dapat terlihat pada tabel berikut yang pada tahun 2008 tercatat 0,39%, tahun 2009 naik signifikan menjadi 36%, turunmenjadi 31% pada tahun 2011 dan konstan sampai tahun 2011 yang tercatat 31%, selanjutnya naik sangat signifikan menjadi 100% di tahun 2012. Berikut adalah tabel cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 di Kabupaten Seruyan.

Cakupan Pelayanan Kesehatan Rujukan Pasien Masyarakat miskin Tahun 2008-2012 9%)

8

J. Cakupan Kunjungan Bayi

Cakupan kunjungan bayi di Kabupaten Seruyan dari tahun 2008 hingga tahun 2012 mengalami fluktuasi. Pada tahun 2008 tercatat sangat baik yaitu 100%, tahun 2009 menurun menjadi 60%, selanjutnya naik sangat tinggi sampai melebihi 100% yaitu tercatat sebesar 110, 63%, namun pada tahun 2011 turun kembali menjadai 70,9%, selanjutnya naik kembali menjadi 85% di tahun 2012. Malihat pada tabel di bawah ini, terlihat bahwa dari tahun 2008 sampai ke tahun 2012 mengalami penurunan sebesar 15% menjadi sebesar 85%. Berikut adalah gambar cakupan kunjungan bayi di Kabupaten Seuyan dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2012.

Cakupan Kunjungan Bayi Tahun 2008 – 2012 Kabupaten Seruyan (%)

9

L. Cakupan Puskesmas Pembantu

Cakupan puskesmas pembantu (pustu) diperlukan karena bermanfaat untuk mengetahui cakupan pelayanan fasilitas kesehatan dimasyarakat. Pustu cakupannya adalah desa dan atau kelurahan tergantung jumlah penduduknya.

Cakupan puskesmas pembantu dihitung dengan cara menjumlahkan puskesmas pembantu yang terdapat di setiap kecamatan dibagi dengan jumlah kecamatan di Kabupaten Seruyan setiap tahunnya.

Cakupan puskesmas pembantu Kabupaten Seruyan pada tahun 2008 sebesar 1160%, lalu pada tahun 2009 turun menjadi 1120%, lalu sampai dengantahun 2012 cakupan puskesmas pembantu pada Kabupaten Seruyan turun menjadi 490%. Walaupun keadaan tersebut imenggambarkan penurunan trend, tetapi hal ini masih menggambarkan bahwa rata-rata setiap kecamatan pada Kabupaten Seruyan memiliki lebih dari 4 puskesmas pembantu. Berikut adalah gambar cakupan puskesmas di Kabupaten Seruyan dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2012.

Cakupan Puskesmas Pembantu Tahun 2008 – 2012 Kabupaten Seruyan (%)

M. Angka Kematian Bayi

Angka kematian bayi (AKB) menggambarkan keadaan sosial ekonomi masyarakat dimana angka kematian itu dihitung. Kegunaan AKB untuk pengembangan perencanaan berbeda antara kematian neo-natal dan kematian bayi yang lain. Karena kematian neo-natal disebabkan oleh faktor endogen yang berhubungan dengan kehamilan maka program-program untuk mengurangi angka kematian neo-natal adalah yang bersangkutan dengan program pelayanan kesehatan ibu hamil, misalnya program pemberian pil besi dan suntikan anti tetanus. Angka Kematian Bayi di kabupaten Seruyan pada Tahun 2009 adalah 60 ini berarti dari 1000 kelahiran terdapat 60 bayi meninggal. Pada tahun 2010 AKB Kabupaten Seruyan juga masih pada angka 60, kemudian turun pada tahun 2011 menjadi 50 dan tetap bertahan pada angka ini sampai tahun 2012. Berikut angka kematian bayi digambarkan kedalam grafik dibawah ini.

Angka Kematian Bayi Kabupaten Seruyan
Tahun 2009-2012

10

N. Angka Kematian Ibu

Angka Kematian Ibu (AKI) adalah banyaknya kematian perempuan pada saat hamil atau selama 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lama dan tempat persalinan, yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, dan bukan karena sebab-sebab lain, per 100.000 kelahiran hidup. Di Kabupaten Seruyan Angka kematian ibu pada tahun 2009 adalah 180 dan turun menjadi 150 di tahun 2011. Dari tahun 2011 sampai tahun 2012 angka kematian ibu tetap berada pada angka 150. Ini berarti dari 100.000 kelahiran hidup masih terdapat 150 ibu yang meninggal.

Angka Kematian Ibu Kabupaten Seruyan
Tahun 2009-2012

11

O. Angka Usia Harapan Hidup

Angka harapan hidup adalah rata-rata tahun hidup yang akan dijalani oleh bayi yang baru lahir pada suatu tahun tertentu. Angka harapan hidup berguna untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. Angka harapan hidup dapat diketahui dengan asumsi tidak ada perubahan pola mortalitas menurut umur.

Angka harapan hidup pada Kabupaten Seruyan tahun 2009 mencapai 67,9 dan terus mengalami peningkatan hingga setiap tahunnya mencapai 69 tahun pada tahun 2012. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang lahir pada tahun 2009 dapat memiliki usia sampai dengan 68 tahun dan yang lahir pada tahun 2012 dapat memiliki usai sampai dengan 69 tahun. Berikut adalah gambar Angka Harapan Hidup tahun 2009 sampai dengan 2012 pada Kabupaten Seruyan.

Angka Harapan Hidup Tahun 2009-2012 Kabupaten Seruyan

12

P. Persentase Balita Gizi Buruk

Persentase balita gizi buruk adalah persentase balita dalam kondisi gizi buruk terhadap jumlah balita. Keadaan tubuh anak atau bayi dilihat dari berat badan menurut umur. Klasifikasi status gizi dibuat berdasarkan standar WHO.

WHO (1999) mengelompokkan wilayah yaitu kecamatan untuk kabupaten/kota dan kabupaten/kota untuk provinsi berdasarkan prevalensi gizi kurang ke dalam 4 kelompok dari seluruh jumlah balita, yaitu :

a. rendah = di bawah 10 %
b. sedang = 10-19 %
c. tinggi = 20-29 %
d. sangat tinggi = 30 %

Pada Kabupaten Seruyan dari tahun 2011 terjadi peningkatan sampai tahun 2012 untuk persentase Balita Gizi Buruk. Peningkatan balita gizi buruk terjadi pada Kecamatan Seruya Hilir yang pada tahun 2011 sebesar 0,42%, di tahun 2012 meningkat menjadi 1,46%. Hal tersebut juga terjadi pada Kecamatan Seruyan Hilir Timur yang pada 2011 tercatat 1,52%, di tahun 2012 tercatat 4,23% balita gizi buruk. Tetapi keadaan di 2 kecamatan tersebut, berbeda pada kecamatan Hanau yang pada tahun 2011 sebesar 0,43%, di tahun 2012 menjadi 0%. Tetapi kejadian di Kecamatan Hanau tidak terjadi pada Kecamatan Danau Seluluk dan Seruyan Tengah, yang awalnya 2 kecamatan tersebut tidak memiliki balita yang terkena gizi buruk, tetapi pada tahun 2012, Kecamatan Danau Seluluk memiliki bayi gizi buruk sebesar 0,98% dan Seruyan Tengah 0,92%. Sehingga Kabupaten Seruyan mengalami peningkatan persentase balita gizi buruk dari 2,37 pada tahun 2011, naik menjadi 7,59 pada tahun 2012, sehingga sampai tahun 2012 persentase balita gizi buruk di Kabupaten Seruyan masih masuk dalam klasfifikasi rencdah yaitu di bawah 10%. Berikut adalah tabel persentase balita gizi buruk dari tahun 2011 sampai tahun 2012 pada Kabupaten Seruyan.

Persentase Balita Gizi Buruk (%)