Kondisi kependudukan Kabupaten Seruyan pada tahun 2012 sebesar 146.914 jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 78.984 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 67.930 jiwa. Berdasarkan jenis kelamin, penduduk Seruyan didominasi oleh penduduk laki-laki dengan rasio jenis kelamin sebesar 116.

Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan Kabupaten Seruyan Tahun 2012

Bila ditinjau dari kelompok umur, maka penduduk Seruyan paling banyak berada pada kelompok umur 25-29 tahun (18.622 orang) iikuti dengan kelompok umur 0-4 tahun (16.103 orang). Beradsarkan data yang disajijkan di bwah, maka diketahui bahwa penduduk Seruyan didominasi usia 0-39 tahun. Kondisi ini tentu saja harus diantisipasi baik dari aspek pemenuhan kebutuhan pangan, pendidikan, kesehatan dan pelayanan dasar lainnya.

Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur, Jenis Kelamin, dan Rasio Jenis Kelamin

Menggambarkan kinerja pemerintah terkait kesejahteraan masyarakat, yang meliputi indikator-indikator kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, kesejahteraan sosial serta seni budaya dan olahraga.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Seruyan dihitung dalam dua bentuk yaitu penghitungan atas dasar harga berlaku (ADHB) dan penghitungan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) 2000. Produk Domestik Regional Bruto ADHB masih dipengaruhi oleh faktor kenaikan harga dan inflasi, sedangkan ADHK memperlihatkan perkembangan PDRB tanpa dipengaruhi perkembangan harga yang biasanya cenderung naik dari tahun ke tahun.

Produk Domestik Regional Bruto merupakan dasar pengukuran atas nilai tambah yang timbul akibat adanya berbagai aktivitas ekonomi dalam suatu wilayah. Data PDRB menggambarkan kemampuan Kabupaten Seruyan dalam mengelola sumber daya daerah yang dimiliki menjadi suatu proses produksi. Oleh karena itu besaran PDRB yang dihasilkan oleh Kabupaten Seruyan sangat tergantung kepada kondisi sumber daya alam dan faktor produksi yang tersedia. Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto disajikan atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan 2000.

Laju Pertumbuhan PDRB Tahun 2008 s.d 2012 Atas Dasar Harga Berlaku (%)

Distribusi PDRB Kabupaten Seruyan menurut lapangan usaha atas dasar harga konstan Tahun 2000 pada Tahun 2012 disajikan berikut ini.

Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Seruyan Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000, Tahun 2012

19

Laju inflasi merupakan gambaran kenaikan harga secara terus menerus. Laju Inflasi Kabupaten Seruyan memiliki potensi terjadi kenaikan harga-harga saat awal tahun atau tahun baru dan musim liburan sekolah, hal ini menyebabkan lonjakan permintaan barang/jasa tertentu. Selain itu, inflasi di Kabupaten Seruyan juga dipengaruhi oleh factor seperti cuaca ekstrem, yang akan menyebabkan gangguan pasokan pada beberapa komoditas sehingga akan terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan barang yang kemudian akan memicu kenaikan harga dan mendorong terjadinya inflasi.

Nilai Inflasi Rata-Rata Tahun 2008 – 2012 Kabupaten Seruyan (%)

Pendapatan per kapita dihitung dengan pendekatan nilai PDRB dibagi jumlah penduduk, meskipun pendekatan tersebut memiliki kelemahan namun telah dianggap dapat memberikan gambaran tingkat kesejahteraan penduduk suatu daerah dari waktu kewaktu atau perbandingannya dengan daerah lain. Nilai PDRB per kapita Kabupaten Seruyan dihitung berdasarkan ADHB dan ADHK.

Berdasarkan perhitungan dengan ADHK Selama tahun 2008-2012 mengalami peningkatan. Pada tahun 2008, nilai PDRB per kapita ADHB tercatat 14,97 Juta Rupiah, pada tahun 2009 naik menjadi 15,7 juta rupiah dan terus naik sampai tahun 2012 dengan angka PDRB per kapita mencapai 21,12 juta rupiah pada tahun 2012. Berikut adalah tabel PDRB per kapita atas Dasar Harga Berlaku dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2012

PDRB Perkapita Tahun Atas Dasar Harga Berlaku (Hb) 2008-2012 Kabupaten Seruyan

Persentase penduduk diatas garis kemiskinan dihitung dengan menggunakan formula (100 – angka kemiskinan). Persentase penduduk di atas garis kemiskinan di Kabupaten Seruyan terlihat berflukstuasi di kisaran 89%–92% dari tahun 2008 sampai dengan 2012. Pada tahun 2008 tercatat bahwa persentase penduduk di atas garis kemiskinan sebesar 89,79% , pada tahun 2010 turun menjadi 89,42% dan pada tahun 2012 naik menjadi 92,08%.

Persentase Penduduk Diatas Garis Kemiskinan

Tabel di atas terlihat bahwa persentase penduduk di bawah garis kemiskinan, selama kurun waktu 2008-2012 mengalami penurunan, walaupun sempat naik pada tahun 2010. Tingkat kemiskinan Kabupaten Seruyan pada tahun 2008 tercatat 10,21%, kemudian menurun menjadi 7,92% pada tahun 2012.

Meskipun Kabupaten Seruyan mengalami penurunan tetapi bila ditinjau dalam lingkup provinsi maka besarnya persentase penduduk miskin Seruyan berada pada posisi ke-2 dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, Pemerintah daerah Kabupaten Seruyan terus berupaya untuk mengatasi masalah kemiskinan.

Garis Kemiskinan, Persentase Penduduk Miskin, dan Jumlah Penduduk Miskin
Provinsi Kalimantan Tengah Menurut Kabupaten/Kota tahun 2009 s.d 2012

Angka melek huruf merupakan proporsi penduduk berusia 15 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis dalam huruf latin atau lainnya. Manfaat perhitungan angka melek huruf digunakan untuk mengukur keberhasilan program pemberantasan buta huruf, yang khususnya ada di wilayah perdesaan. Angka melek huruf dapat dihitung dari membagi jumlah penduduk usia 15 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis dengan jumlah penduduk usia 15 tahun keatas kemudian dikalikan dengan seratus.

Angka melek huruf Kabupaten Seruyan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2009 angka melek huruf Kabupaten Seruyan tercatat sebesar 85,9 % dan naik drastis hingga 98,8% pada tahun 2010, dan naik sedikit pada tahun 2012 yaitu menjadi 98.81%. Berikut adalah gambar pergerakan angka melek huruf kabupaten seruyan dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2012.

Angka Melek Huruf Kabupaten Seruyan, 2009-2012

14

Lamanya Sekolah atau years of schooling adalah sebuah angka yang menunjukkan lamanya bersekolah seseorang dari masuk sekolah dasar sampai dengan Tingkat Pendidikan Terakhir (TPT). Pada prinsipnya angka ini merupakan transformasi dari bentuk kategori TPT menjadi bentuk numerik. Angka rata-rata lama sekolah adalah rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk usia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani.

Lamanya bersekolah merupakan ukuran akumulasi investasi pendidikan individu. Setiap tahun tambahan sekolah diharapkan akan membantu meningkatkan pendapatan individu tersebut. Rata-rata lama bersekolah dapat dijadikan ukuran akumulasi modal manusia suatu daerah. Ukuran ini mengatasi masalah kekurangan estimasi dari TPT yang tidak mengakomodir kelas tertinggi yang pernah dicapai individu.

Rata-rata lama sekolah sejak tahun 2009 sampai dengan 2012 menunjukkan peningkatan, dari angka 7,23 menjadi 7,47. Hal ini berarti penduduk Seruyan rata-rata memiliki pendidikan setara kelas 1 SMP. Kondisi ini tentu saja perlu mendapat perhatian dalam rangka penuntasan wajib belajar 9 tahun yang menjadi prioritas nasional sejak beberapa tahun terakhir. Berikut adalah gambar angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Seruyan.

Angka Rata-Rata Lama Sekolah Kabupaten Seruyan
Tahun 2009-2012

15

Angka harapan hidup adalah rata-rata tahun hidup yang akan dijalani oleh bayi yang baru lahir pada suatu tahun tertentu. Angka harapan hidup berguna untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. Angka harapan hidup dapat diketahui dengan asumsi tidak ada perubahan pola mortalitas menurut umur.
Angka harapan hidup pada Kabupaten Seruyan tahun 2009 mencapai 67,9 dan terus mengalami peningkatan hingga setiap tahunnya mencapai 69 tahun pada tahun 2012. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang lahir pada tahun 2009 dapat memiliki usia sampai dengan 68 tahun dan yang lahir pada tahun 2012 dapat memiliki usai sampai dengan 69 tahun. Berikut adalah gambar Angka Harapan Hidup tahun 2009 sampai dengan 2012 pada Kabupaten Seruyan.

Angka Harapan Hidup Tahun 2009-2012
Kabupaten Seruyan

20

Rasio penduduk yang bekerja atau kesempatan kerja adalah perbandingan jumlah penduduk yang bekerja terhadap jumlah angkatan kerja. Kesempatan kerja merupakan hubungan antara angkatan kerja dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja. Pertambahan angkatan kerja harus diimbangi dengan investasi yang dapat menciptakan kesempatan kerja. Dengan demikian, dapat menyerap pertambahan angkatan kerja.

Rasio Penduduk Yang Bekerja dengan Angkatan Kerja

Dari tabel di atas terlihat ada kenaikan yang cukup tinggi untuk masyarakatnya yang bekerja di Kabupaten Seruyan, pada tahun 2008 tercatat 46.238 penduduk yang bekerja dan meningkat pada tahun 2012 mencapai 66.371 penduduk. Kenaikan penduduk yang bekerja, diimbangi juga dengan pengangguran yang meningkat pada umumnya, sehingga menyebabkan angka rasio penduduk yang bekerja tidak terlalu besar perubahan kenaikan dan penurunannya, bahkan bisa terlihat kearah konstan untuk rasio penduduk yang bekerja yaitu sebesar 0,96 atau 96% dari angkatan kerja yang ada memperoleh kesempatan kerja sedangkan 4%nya masih mencari kerja atau pengangguran.