Sektor industri Kecil dan Menengah di Kabupaten Seruyan masih terpusat di Kecamatan Seruyan Hilir dan Kecamatan Hanau. Macam-macam jenis produk unggulannya meliputi udang, kepiting, ebi ikan kering, kerupuk pipih dan terasi. Selain itu terdapat beberapa lokasi pasar sebagai sentral/pusat perekonomian sektor barang dan jasa. Beberapa lokasi pasar tersebut antara lain : Pasar Induk, pasar saik dan Pasar Trans di Kuala Pembuang Kecamatan Seruyan Hilir dan Pasar di Kecamatan Hanau.

Kelompok ekonomi industri yang berkembang di Kabupaten Seruyan, yaitu industri kayu olahan, kelapa sawit, industri pengolahan rotan dan industri penyulingan nilam. Khusus untuk industri pengolahan rotan dan penyulingan nilam terdapat di daerah Kecamatan Seruyan Tengah, Kecamatan Seruyan Hulu dan Kecamatan Suling Tambun.

Pendukung untuk sarana yang telah ada untuk produksi pengolahan rotan telah tersedia 2 (dua) buah gudang penampungan rotan (UPT Rotan Rantau Pulut) yang mana meliputi 5 (lima) buah mesin pemecah rotan dan 1 (satu) buah mesin listrik untuk penggerak mesin pemecah rotan. Sedangkan untuk penyulingan nilam telah tersedia beberapa mesin penyulingan nilam yang terdapat di Desa Sukamandang. Dari tahun ke tahun jumlah industri kecil non formal cenderung mengalami fluktuasi yang kurang stabil dimana keberadaannya sangat dipengaruhi oleh permintaan pasar saat itu serta kondisi perekonomian nasional. Kedua faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap pembentukan jumlah Industri Kecil Non Formal. Berikut ini disajikan keadaan industri kecil non formal di Kabupaten Seruyan tahun 2011.

Keadaan Industri Kecil Non Formal di Kabupaten Seruyan Tahun 2011

Untuk industri besar yang ada di Kabupaten Seruyan bergerak pada pengolahan kelapa sawit sebanyak 12 perusahaan dengan kapasitas produksi rata-rata sebesar 50 ton/jam yang terbesar di Kecamatan Danau Sembuluh 5 unit, Kecamatan Hanau 4 unit dan Kecamatan Seruyan Tengah 3 unit yang kesemuanya milik swasta.

Pada fasilitas bisnis sosial dan umum, Kabupaten Seruyan difokuskan pada Kuala Pembuang. Di kawasan tersebut akan dibangun dengan standar sebuah kota modern yang dilengkapi dengan:

  1. Pembangunan fasilitas umum seperti Sport Center, Terminal Angkutan Umum, Taman.
  2. Pembangunan Islamic Center.
  3. Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Umum Swasta.
  4. Kawasan Bisnis (Business Center) seperti Kawasan perkantoran, pasar swalayan, Lembaga Perbankan (BRI, BPD, BNI, Bank Mandiri).

A. Persentase Koperasi Aktif

Koperasi Aktif adalah koperasi yang dalam dua tahun terakhir mengadakan Rapat Anggota Tahunan atau koperasi yang dalam tahun terakhir melakukan kegiatan usaha. Indikator ini dihitung dengan menghitung jumlah koperasi aktif dibagi dengan jumlah seluruh koperasi di Kabupaten Seruyan.

Persentase Koperasi Aktif Tahun 2008 – 2012 (%)

1

Tahun 2008 indikator ini tercatat sebesar 44,14%, naik pada tahun 2009 menjadi 65,47%, lalu naik sedikit menjadi 67,12% pada tahun 2012 dan naik kembali menadi 75,6% lalu pada tahun 2012 terus naik menjadi 87,43%. Indikator ini tercatat terus menunjukkan trend yang positif naikm setiap tahunnya.

Banyaknya Koperasi Aktif dan Tidak Aktif Menurut Kecamatan

B. Jumlah UKM non BPR/LKM UKM

Usaha kecil adalah peluang usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar. Usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan. Indikator ini dihitung dengan menghitung jumlah UKM aktif non BPR/LKM UKM.

Tahun 2009 indikator ini tercatat 1.262, tahun 2010 tercatat 0 dan tahun 2011 naik sangat signifikan menjadi 0.162 lalu naik kembali menajdi 12.910 pada tahun 2012. Berikut adalah tabel jumlah UKM non BPR/LKM UKM dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 pada Kabupaten Seruyan.

Jumlah UKM non BPR/LKM UKM Tahun 2009 – 2012

C. Usaha Mikro dan Kecil

Indikator ini untuk melihat persen jumlah usaha mikro dan kecil dari jumlah seluruh UKM di Kabupaten Seruyan. Indikator ini dihitung dengan menghitung jumlah usaha mikro dan kecil dibagi dengan jumlahseluruh UKM dikali 100%.

Tahun 2008 indikator ini tercatat sebesar 295%, tahun 2009 turun menjadi 49,17%, tahun 2010 turun sangat signifikan menjadi 0%, kemudian tahun 2011 naik signifikan menjadi 99,6% dan tahun 2012 juga mengalami sedit kenaikan yaitu menjadi sebesar 99,74%. Berikut adalah gambar usaha mikro dan kecil di Kabupaten Seruyan dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2012.

Usaha Mikro dan Kecil Tahun 2008 – 2012 (%)

2